by

Survey Parameter, Persaingan Sengit Rebut Kursi DPD

-Politik-1,326 views

AMBON,MRNews.com,- Persaingan sengit dan seru diprediksi terjadi pada pemilihan calon anggota DPD RI dapil provinsi Maluku untuk merebut empat (4) kursi yang menjadi jatah negeri raja-raja ke Senayan. Pasalnya semua calon memiliki kekuatan yang seimbang dengan marking area masing-masing, baik petahana maupun calon baru.

Bahkan petahana pun dari hasil survey, hanya dua orang yang memiliki presentase suara tertinggi. Namun demikian, semua itu belum jadi jaminan kursi bakal diraih sebab 18 calon senator yang memiliki hasil survey tertinggi memiliki persentase yang sangat tipis dan masih sangat mungkin saling salip terjadi disaat akhir, sehingga saling tukar posisi bisa terjadi.

Dari hasil survey terkini yang dirilis lembaga survey terdaftar di KPU RI, PT Parameter Konsultindo Research and Consultant menyebutkan, proyeksi sementara kursi DPD RI dapil Maluku petahana Nono Sampono memuncaki posisi teratas dengan 5,46 persen, diikuti Mirati Dewaningsih 5,35 persen. Keduanya berpeluang meraih kursi pertama dan kedua. Menyusul keduanya ada Suhfi Majid 4,69 persen, Novita Anakotta 4,67 persen, diikuti Eddy Sambuaga 4,24 persen.

Kemudian Musyafi Rumadan 4,23 persen, Anna Latuconsina 4,21 persen, Johozua Yoltuwu 4,19 persen, Zulkarnain Awat Amir 4,16 persen. Selanjutnya Jhon Pieris 4,14 persen, Herman Hattu 4,13 persen, Lutfi Sanaky 4,11 persen, Anthoni Hatane 4,07 persen, Bitzael Temmar 4,04 persen, Barkah Pattimahu 3,99 persen, Hendrik Koedoeboen 3,96 persen, Ongki Anakoda 3,87 persen dan Evert Kermite 3,69 persen.

“Temuan survey, terdapat masyarakat yang belum menentukan pilihan sebesar 9,85 persen (124,742) dan yang terkoreksi/swing voters sebesar 8,38 persen (106,074). Jika diakumulasi, voters yang digarap sebesar 18,23 persen. Responden yang ditemui di lapangan sebanyak 1200 sampel di 11 kabupaten/kota di Maluku, responden terbanyak di tiga kabupaten/kota yakni kota Ambon, Malteng dan SBB. Survey dari 1-8 April 2019 lewat tatap muka dan kuesioner. Margin of eror kurang lebih 3 persen, tingkat kepercayaan 95 persen. Metodenya multi stage random sampling,” ujar Direktur Parameter Konsultindo Wilayah Maluku-Maluku Utara, Edi Lapalelo dalam presentase di Manise Hotel, Sabtu (13/4/19).

Temuan lain, diakuinya, segmentasi kesamaan suku dan jazirah/wilayah masih sangat dominan dalam persepsi pemilih 34,6 persen, diikuti segmentasi agama 29,3 persen, kesamaan ideologi dan politik 13,2 persen, kinerja kerja/rekam jejak 10,2 persen, transaksional 8,3 persen dan lainnya 4,4 persen. Ada pula potensi transaksional politik masih jadi trend dan cakapan. Dari 8,3 persen pilih karena transaksional, terdapat 76,3 persen dengan transaksi tidak langsung, 23,7 persen langsung. Dimana 55,8 persen menerima tapi tidak memilih orang yang memberi, 44,2 persen menerima dan memilih yang memberi.

“Sampai saat ini, calon DPD serta partai dan caleg DPR-RI, DPRD provinsi dan kabupaten/kota tertentu mempunyai peluang yang sama untuk menjadi pemenang di Dapil. Victory gate masing-masing calon DPD, partai dan caleg DPR-RI, provinsi dan kabupaten/kota terbaca dengan baik, tergantung pemetaan dan strategi calon dan partai dalam sisa waktu konsolidasi kampante dengan memperhatikan pergerakan dari celebrity endors,” jelasnya.

Ditambahkannya, trend percakapan perubahan dari generasi milenial dan perempuan di Dapil sangat berdampak pada pencitraan dan segmentasi politik. Sementara migrasi suara dari Caleg ke Caleg berdasarkan situasi politik terdapat 41,7 persen dapat bermigrasi sementara 38,3 persen telah tetap pada pilihannya, juga ditemukan pemilih terbuka sebesar 64,1 persen dan pemilih tertutup 35,9 persen.

“Lima hal yang dapat membuat migrasi atau perpindahan suara yakni blunder partai dan Caleg, blunder politik kerabat atau tim pemenangan, konflik area, commond issue dan commond interest, situasi politik nasional serta kebijakan dan intervensi sistem. H-3 menjadi penentu posis bergeser atau bertahan,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed