AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon masih terus menggenjot vaksinasi terhadap warga Kota. Namun ketersediaan stok vaksin khususnya jenis Moderna saat ini kosong. Sedangkan jenis lain masih cukup.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Ambon Wendy Pelupessy katakan, stok vaksin Moderna kosong di Kota Ambon karena ketersediaan vaksin serupa di pusat juga sementara kosong. Oleh sebab itu, pihaknya melakukan vaksinasi kepada masyarakat dengan vaksin Pfizer dan AstraZeneca.
“Moderna di kita kosong, karena di pusat juga kosong. Yang kita pakai untuk vaksin adalah Pfizer dan AstraZeneca,” tandas Pelupessy kepada awak media di Ambon, Jum’at (12/8).
Meski Moderna kosong namun kata Pelupessy, untuk stok vaksin lain masih aman. Dimana AstraZeneca ada 1000 dosis, Pfizer ada 1170 dosis, demikian juga vaksin Sinovac masih sangat banyak stoknya.
“Ketersediaan ini karena ada pasokan vaksin yang baru diberikan dari provinsi lagi, setelah sebelumnya kurang lebih tiga hari sempat kosong atau tidak tersedia. Lalu kita jalan dengan Sinovac,” urainya.
Dengan demikian Pelupessy bisa dipastikan stok vaksin yang ada untuk semua jenis kecuali Moderna bisa bertahan hingga sebulan kedepan. Tapi akan tergantung juga dengan banyaknya orang yang mau vaksin.
Sebab menilik surat edaran yang baru dikeluarkan Menteri Perhubungan 27 Juli lalu untuk pelaku perjalanan bahwa kalau jika sudah vaksin booster maka tidak lagi perlu PCR. Namun bila masih vaksin I atau II, wajib PCR sebelum lakukan perjalanan.
“Sebelum ada surat, 100 orang saja yang vaksin di lapangan Merdeka. Tapi dengan adanya surat edaran itu maka pernah di lapangan itu sampai sehari 400 orang, hanya untuk mau berangkat,” tegasnya.
Artinya sambung Pelupessy, masyarakat mau melakukan vaksinasi bukan untuk kebutuhan kesehatan, tapi karena adanya regulasi yang mengatur itu. Sebab kalau tanpa regulasi, orang tidak mungkin akan vaksin.
“Sehingga ketika ada kebijakan itu, orang datang vaksin dan booster (dosis ketiga) kita naik. Sekarang baru 20,3 persen, belum lagi yang dosis keempat bagi tenaga kesehatan (Nakes) yang sementara jalan. Bayangkan dosis satu kita 100 persen lebih, 70 persen dosis kedua dan booster baru 20,3 persen,” kuncinya. (MR-02)











Comment