AMBON,MRNews.com,- Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop-UKM) Kota Ambon melaksanakan sosialisasi motivasi dan pendidikan pelatihan (Diklat) Kewirausahaan bagi 150 orang calon wirausaha muda atau pemula di Kota Ambon di Marina Hotel, Senin (1/10/18). Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, A.G. Latuheru mewakili Walikota, Richard Louhenapessy.
Sebelum membuka kegiatan, Latuheru mengatakan, anak muda Kota Ambon sudah saatnya harus terus didorong untuk memiliki jiwa dan semangat entrepreneur sehingga dapat menggeliatkan ekonomi kota ini agar mampu bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia. Dimana pola pikir anak muda Ambon harus berubah ke jiwa wirausaha. Apalagi, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon sementara memperjuangkan Ambon sebagai kota music dunia (Ambon City Of Music) dan Ambon menjadi kota ikan (Ambon City Of Fish).
Hal ini menjadi peluang usaha bagi mereka yang berjiwa entrepreneur sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pribadi dan masyarakat. Untuk mewujudkannya, menjadi tantangan bagi wirausaha muda agar lebih kreatif dan inovatif di bidang musik dan di sektor perikanan. Pasalnya, peluang usaha ini sangat menjanjikan guna mengeksploitasi hobi di dunia musik, hobi tersalur dan juga manfaat pendapatan didapat. Selain itu juga, bagi wirausaha muda Ambon harus berinovasi kembangkan bisnis ikan menjadi kuliner yang mendunia dan mampu “menggoyang lidah dunia”.
“Kalau ayam goreng dengan tepung mampu menggoyang lidah dunia dengan melahirkan CFC di berbagai belahan dunia, lalu mengapa kita tidak mampu untuk membuat ikan menjadi sesuatu kuliner juga mampu menerobos pasar dunia ? Kita ditantang untuk bisa lakukan ini dan biarlah ikan goyang lidah dunia lahirlah dari kreasi dan inovasi yang dilakukan oleh wirausaha muda Ambon,” jelasnya,” bebernya.
Pemkot Ambon tambah Latuheru, terus berupaya mewujudkan visi-misi lewat berbagai program pembangunan yakni meningkatkan sumberdaya manusia dengan kegiatan ini sekaligus mewujudkan misi ketiga, memberdayakan ekonomi keluarga dan masyarakat menuju kemandirian yang kreatif berbasis sumber daya alam yang tersedia. Oleh karena itu, strategi peningkatan sumberdaya manusia khususnya anak muda Ambon, harus dirubah orientasi dari mencari lapangan pekerjaan ke menciptakan lapangan kerja.
“Karena itu, saya harapkan kegiatan ini dapat diikuti dengan baik dan semua peserta dapat menyerap pengetahuan dan pengalaman dari kedua narasumber, Bapak Rudy Cahyadi dan Ibu Ambar Sulistiyawati sehingga dapat memotivasi saudara-saudara untuk “Harus Bangkit “ menjadi entrepreneur yang berhasil dan memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi di kota ini,” demikian Latuheru. (MR-02)










Comment