AMBON,MRNews.com,- Guna memperingati hari Kartini yang jatuh pada 21 April lalu serta untuk menyongsong Ambon City of Music (ACM) tahun 2019 dan Visit Ambon Tourism 2020, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melakukan talkshow, menghadirkan lima pembicara perempuan dari berbagai bidang, yang dipandu oleh presenter kocak, Tukul Arwana. Dengan tema Perempuan, Musik dan Pariwisata menuju Ambon City of Music dan Visit Ambon Tourism.
Kelima pembicara diantaranya Sekretaris Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA RI, Niken Kuswandari, Kasubdit Hubungan Antar Lembaga Non Pemerintah Dalam Negeri, Deputi Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah Badan Ekonomi Kreatif RI, Dwi Kartika Utami, Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisuta, Penyanyi Perempuan Keturunan Maluku, Grace Simon dan Assitant Advisor Kantor Staf Kepresidenan, Grenata Louhenapessy.
Dwi Kartika Utami dari pihak Bekraf RI, mengungkapkan pihaknya berkomitmen menjadikan Ambon kota musik dunia tahun 2020. Selain alasannya Ambon potensial di bidang musik, tetapi juga karena music menjadi sector prioritas, tanpa menafikan sector lainnya. Pasalnya, dengan musik bisa mendorong lahirnya pelaku ekonomi kreatif dan lewat musik, dapat juga mendorong berkembangkanya sub sektor lainnya.
Sementara Ely Toisuta mengaku, posisi perempuan hari ini tidak kalah dengan laki-laki. Faktanya, kelima pembicara adalah perempuan. Namun, memang dalam ranah politik keterwakilan kaum perempuan belum mencapai 30 persen. Sehingga ini yang harus menjadi tantangan bagi semua perempuan di kota Ambon. Perempuan kota Ambon harus belajar dari figur pahlawan perempuan Maluku, Christina Martha Tiahahu. Karenanya perempuan harus mandiri dan maju sebagai subjek, bukan objek kehidupan.
“Suksesi kita menuju harapan yang cita-citakan kota Ambon, dengan menunjukkan dan mengelola alam kita, laut, membangun kecakapan/kepintaran SDM dan suara terus diasah. Dengan demikian ada kepuasan, ketika orang datang ke Maluku, khususnya kota Ambon. Di DPRD, ada regulasi yang bisa kita dukung dan menunjang, melindungi insan seni music di kota Ambon. Tinggal ditindaklanjuti saja,” tukas politisi partai Golkar itu.
Sedangkan Grenata Louhenapessy menilai, kota Ambon sudah memiliki nama besar yang dikenal. Karenanya, itu jadi tantangan bagi masyarakat dan pemerintah mewujudkan cita-cita bersama. Karena itu dirinya percaya, Ambon sebagai kota musik dunia dan kota tujuan wisata dapat berdampak signifikan bagi kaum muda. Salah satunya musik bisa jadi pemersatu bagi semua.
“Terutama perempuan harus mampu membuka diri terhadap perubahan, memiliki mental untuk terus maju dengan melewati sejumlah proses, apalagi menghadapi tantangan global, bukan saja dua momentum penting bagi kota Ambon itu,” tandas lulusan Brisbane University itu.
Penyanyi Grace Simon menilai, perempuan Ambon tidak boleh gengsi, malu dengan dirinya karena memiliki potensi yang besar, sehingga harus bergerak maju. Terhadap Ambon city of music, perlu adanya teater pertunjukan musik yang bagi setiap musisi untuk menampilkan kreasi seni musiknya. Termasuk tersedianya pusat dokumentasi/museum musik.
Diketahui, kegiatan tersebut menghadirkan perempuan-perempuan dari berbagai organisasi, komunitas dan lembaga, OPD Pemkot. (MR-05)







Comment