AMBON,MRNews.com- Setelah alami kekosongan 1,5 tahun atau Juli 2021 lalu dan hanya diisi Penjabat, posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku akhirnya diisi pejabat defenitif.
Ialah Sadali Ie yang dilantik sebagai Sekda Maluku oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail di Aula lantai VII Kantor Gubernur Maluku, Senin (19/12).
Kepala Dinas Kehutanan Maluku itu yang sebelumnya ialah Penjabat Sekda gantikan Kasrul Selang, menyingkirkan dua koleganya, Kepala BKD Maluku Jasmono dan Hadi Sulaiman, Kepala BPSDM Maluku.
Dipilihnya Sadali menjadi Sekda defenitif sudah diperkirakan sejak awal. Dimana proses seleksi “diduga” hanya formalitas untuk melegalkan posisinya.
Pasalnya Gubernur Maluku Murad Ismail juga lebih condong “nyaman” kerja dengan Sadali, dibanding ke Jasmono dan Hadi.
Pelantikan Sadali selaku Sekda Maluku berdasarkan Surat Keputusan (SK) Presiden RI nomor 145/TPA tahun 2022 tanggal 01 Desember 2022 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Pemerintah Provinsi Makuku.
Di kesempatan itu, Gubernur mengaku, pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Sekda Maluku menjadi catatan penting dalam penyelenggaraan pemerintahan di Maluku, dimana rotasi kepemimpinan adalah sesuatu wajar dan alamiah di level organisasi manapun.
Karenanya, ada tiga hal penting yang harus jadi atensi Sekda Maluku. Pertama ialah
dalam semangat kemitraan, harus membangun relasi kerja yang sinergis dan harmonis dengan pimpinan dan anggota DPRD Maluku.
“Komunikasi ke-dalam dan keluar secara efektif dengan pemerintah pusat, antar pemerintah provinsi, juga pemerintah kabupaten/kota dan stakeholder lainnya,” ungkapnya.
Kedua, tantangan bersama secara nasional akuinya adalah menghadapi ancaman krisis global dibidang ekonomi, energi, pangan dan kesehatan.
“Saya minta Sekda mengkoordinasikan secara efektif seluruh perangkat daerah untuk bekerja ekstra, kreatif dan inovatif guna menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama dalam menghadapi perayaan Ntal dan Tahun Baru,” pinta Murad.
Dikatakan, capaian indikator kinerja seperti pertumbuhan ekonomi triwulan III tahun 2022 sebesar 6,01 persen; tingkat kemiskinan yang turun signifikan menjadi 15,97 persen, pengangguran terbuka turun menjadi 6,88 persen dan angka indeks pembangunan manusia berada pada 70,22 point, telah mendorong Maluku beralih ke kategori “tinggi”, setelah 12 tahun berada di kategori “sedang”.
“Semua itu harus kita pertahankan, bahkan ditingkatkan menjadi lebih baik lagi,” ingat Murad.
Mengenai situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Maluku, Murad harapkan agar terus membangun komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dengan jajaran keamanan TNI/Polri. (MR-02/BAP)











Comment