AMBON,MRNews.com,- Dua calon ketua umum (Caketum) Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2019-2022 yang akan bertarung pada Munas XVI HIPMI 31 Juli nanti masing-masing, Ajib Hamdani nomor urut 2 dan Mardani Maming nomor urut 4 memaparkan visi misinya kepada pengurus BPD HIPMI Maluku, BPC HIPMI Kabupaten/Kota se-Maluku dan para senior saat silaturahmi daerah (Silatda) BPD HIPMI Maluku di Swiss-belhotel, Selasa (16/7/19). Sedangkan dua calon lain Akbar Buchari dan Bagas Adhadirga tidak hadir.
Ajib, Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI mengatakan, salah satu visi utamanya ingin membangun HIPMI Incorporated dan menjadikannya lokomotif guna membantu Indonesia menuju ekonomi yang berdaulat. Karena itu, dirinya berkomitmen melahirkan tiga juta pengusaha muda baru di Indonesia jika diberi amanah memimpin HIPMI periode 2019-2022. Sebab dengan hadirnya tiga juta pengusaha akan membantu pemerintah membuka lapangan pekerjaan yang signifikan. Momen Munas itu bertanding untuk bersanding sesuai komitmen ber-HIPMI, berkontestasi ide, gagasan dan adu jaringan majukan HIPMI.
“Kita maju untuk dapat memberikan kebermanfaatan nyata terhadap setiap anggota, pengurus dan organisasi HIPMI, juga masyarakat dan bangsa Indonesia. Penambahan jumlah lapangan pekerjaan ini penting. HIPMI Perguruan Tinggi dan HIPMI Goes To school dan akan saya kembangkan lebih baik, kita buat roadmap yang baik bersama bibit unggul pengusaha baru di kampus. Saya harap di Maluku ada program panen raya bidang maritim dan panen raya ikan. Saya bisa bantu dengan aplikasi FIshOn yang saya gagas bekerjasama dengan Kemenko Kemaritiman,” tambah Komisaris PT. Daya Gagas Indonesia yang mengagas aplikasi FIshOn.
Sementara, mantan Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, Mardani Maming dalam visinya menjadikan HIPMI sebagai candradimuka pengusaha yang tangguh, inovatif dan berdaya saing di era revolusi industri 4.0, dengan slogan “bersinergi membangun ekonomi daerah” bertekad jika terpilih dirinya akan mendorong terbitnya kebijakan yang melindungi pengusaha kecil, dengan pengerjaan proyek dibawah Rp 200 juta, bisa diserahkan ke pengusaha-pengusaha HIPMI lewat penunjukan langsung. Tekad itu sejalan dengan program kerja Jokowi di periode kedua yang fokus pada pembangunan SDM setelah periode sebelum sukses pembangunan infrastuktur.
“Mekanismenya nanti bisa disusun bersama antara kepala daerah dengan HIPMI agar sesuai standar kelayakan, kalau tidak diatur percuma juga. Yang ada nanti malah jatuhnya ke perusahaan asal-asalan. Dengan cara ini, kedepan diharapkan banyak pengusaha daerah bisa naik kelas menjadi pengusaha tangguh di tingkat nasional. Ini penting harus berdayakan pengusaha anak daerah baik dalam setiap proyek dan MoU dengan investor luar negeri sehingga mereka merasa diperhatikan dan pengusaha daerah maju,” tandas CEO PT Batulicin 69 dan PT Maming 69 yang bergerak di berbagai bidang diantaranya pertambangan mineral, properti hingga perkebunan.
Sebelumnya, Ketua Umum BPD HIPMI Maluku, Jaqueline Margareth Sahetapy menyatakan, Silatda ini momentum bersejarah bagi HIPMI Maluku sebab selain wadah mendengar paparan visi misi dari Caketum oleh pemegang hak suara baik BPD maupun BPC, tetapi jadi upaya mendorong kesadaran semua elemen termasuk pemerintah daerah untuk membantu kerja HIPMI kedepan khususnya di Maluku, sebab tujuannya HIPMI bisa berkontribusi sekaligus memperkokoh solidaritas pengusaha muda Maluku menuju Indonesia 4.0.
“HIPMI Maluku dengan programnya menciptakan 1000 pengusaha muda. Diharapkan kita bisa bersinergi dengan Gubernur-Wagub Maluku karena sejalan dengan salah satu visi misinya yaitu mengentaskan kemiskinan. Kami minta dukungan dan ada peluang bagi tumbuh kembangnya pengusaha muda di Maluku, dimudahkan dalam berinvestasi. Sebab saat ini susah sekali hal itu, kita harap kedepan bisa terjadi apa yang diharapkan. Kita juga usung program HIPMI Market yang baru dilaunching guna memudahkan pengusaha muda HIPMI promosi usahanya secara online,” sebut politisi Demokrat itu.
Silatda itu turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno, Ketua BPP HIPMI Bidang Organisasi Boy Sangadji dan Wabendum HIPMI Eka Sastra, Kajati dan Wakajati Maluku, Kabinda Maluku, Anggota DPRD Maluku Safitri Malik Soulissa, Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar Agustinus Utuwaly, serta ketua BPD HIPMI Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Sulawesi Selatan dan Maluku Utara. (MR-02)











Comment