AMBON,MRNews.com,- Sebagai bagian dari civil society, menjadi tugas sekaligus tanggungjawab moril Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) untuk tunjukan sikap kritis terhadap ragam persoalan yang berkembang dalam wacana publik di Maluku menyangkut implementasi program strategis Maluku Lumbung Ikan Nasional (M-LIN) dan Ambon New Port (ANP).
Hal itu disampaikan Ketua GMKI Cabang Ambon Josias Tiven kepada awak media Senin, (28/3/22).
Tiven menuturkan, M-LIN dan ANP, saat ini menjadi masalah urgen karena telah berkembang dalam wacana publik dan menimbulkan kesimpangsiuran.
Sebab itu sebagai langkah konkret membuka tabir problematika yang terjadi, pihaknya meminta Gubernur Maluku Murad Ismail “Jangan Jadi Gubernur Seremoni”, namun fokus dan serius sikapi persoalan M-LIN dan ANP terutama siapkan strategi perencanaan pembangunan.
“Kalau kita lihat belakang ini Gubernur lebih banyak tampil di acara-acara seremoni, semisal peresmian, pelantikan dan lain sebagainya, ketimbang duduk membahas perencanaan strategis implementasi M- LIN dan ANP,” sesalnya saat menghubungi media ini, Senin (28/3).
Padahal menurutnya, kedua program strategis ini jika direalisasikan sangat bermanfaat bagi Maluku, dimana bisa menghasilkan benefit bagi Provinsi Maluku dan juga bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat.
Dirinya lantas bertanya sudah sejauh mana pemerintah Maluku menyiapkan strategi perencanaan menyambut implementasi M-LIN dan ANP?. Apakah program strategis ini dapat meningkatkan kesejahteraan Maluku ?. Apakah membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat ataukah jangan-jangan nantinya masyarakat hanya jadi penonton?.
“Saya kira masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemprov Maluku,” ungkap mahasiwa Hukum UKIM itu.
Lebih lanjut, tambah Tiven, GMKI Cabang Ambon pun perlu memberi pernyataan sikap tegas menyangkut implementasi M-LIN dan ANP diantaranya :
Pertama; pemerintah dan masyarakat harus bergerak bersama. Maksudnya ialah pemerintah Provinsi Maluku mesti tampil di ruang publik untuk memberikan arah terkait persoalan M-LIN dan ANP, terutama sejauh mana progres atau perkembangan program strategis tersebut agar tidak menimbulkan polemik ditengah masyarakat.
“Masyarakat turut bergerak bersama mendukung jalannya M-LIN dan ANP bagi kesejahteraan bersama. Sampai pada titik ini kita mesti bangun komitmen bersama bahwa M-LIN dan ANP mesti dikawal sampai terealisasi di Maluku,” tegasnya.
Kedua; pemerintah provinsi (Pemprov) Maluku mesti menyiapkan lokus garapan alternatif.
“Jika di Waai dan Liang adalah lokasi yang bermasalah berdasarkan Visibility Study, Pemprov Maluku harus siapkan lokasi alternatif sebagai lokus garapan agar tujuan realisasi M-LIN dan ANP dapat tercapai di Maluku,” terangnya.
Pasalnya, di Maluku masih banyak tempat yang dari segi kesiapan bisa dijadikan lokasi pelaksanaan program strategis tersebut. Jika merujuk hasil penelitian dari tingkat kesiapan, Kota Ambon mencapai 78,88%, Kota Tual memiliki tingkat kesiapan 76,47%, Kepulauan Aru 72,051% dan lain sebagainya.
“Kalau tujuan utamanya M-LIN dan ANP untuk kesejateraan Maluku, maka letak tidak menjadi persoalan, yang penting masih berada pada Daerah Otonomi Provinsi Maluku. Sehingga jika Pemprov serius semestinya ada lokasi alternatif untuk pembangunan,” ingatnya.
Ketiga; mendorong Pemprov Maluku untuk menyiapkan SDM yang berkualitas.
Hal ini penting, dengan memperhatikan program strategis M-LIN dan ANP, maka akan berefek besar bagi Maluku dalam penyerapan tenaga kerja.
“Karena itu dari saat ini Pemprov Maluku sudah seharusnya siapkan Sumber Daya Manusia lokal yang kompoten dan berkualitas menyambut realisasi M-LIN dan ANP,” harap Tiven.
Keempat; mendorong Pemprov Maluku untuk responsif memanfaatkan fasilitas TOL laut.
Mengingat selama ini fasilitas TOL laut belum cukup dimanfaatkan secara produktif. Padahal program M-LIN dan ANP, sejatinya akan menopong, visi Poros Maritim Dunia sekaligus jadi akses untuk memanfaatkan fasilitas TOL laut.
“Kapal yang datang dari Barat ke Timur penuh muatan, tapi kembali tidak dengan muatan yang sama. Kedepan Pemprov Maluku mesti optimalkan TOL laut guna menopang pembangunan Maluku terutama kesejahteraan masyarakat,” pesan alumnus Politeknik Negeri Ambon itu. (MR-02)











Comment