AMBON,MRNews.com,- Menyikapi semakin meningkatnya penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Ambon dan telah merenggut nyawa masyarakat, Walikota Ambon Richard Louhenapessya telah menegaskan kepada seluruh kepala pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di kota Ambon untuk buka mata, telinga dan mulut melihat hal tersebut agar segera dan terus lakukan antisipasi demi kepentingan masyarakat.
“Menyangkut soal DBD ini, saya juga sudah tegaskan bahwa seluruh kepala Puskesmas, untuk buka mata melihat, buka telinga mendengar, buka mulut untuk himbau, kalau ada indikasi terus meningkatnya DBD, segera mengambil tindakan pertama untuk itu,” kata Walikota kepada awak media di Maluku City Mall (MCM), Senin (4/2/19).
Pasalnya, sebagai pemimpin di kota ini, dirinya tidak mau warganya terus jadi korban hanya karena kelalaian baik secara pribadi maupun pemerintah. Sehingga penting menjadi perhatian dan tidak diam, karena ini sudah menjadi masalah urgen yang menyangkut hidup dan mati.
“Saya tidak mau, jangan sampai ada masyarakat kota yang meninggal lagi hanya karena kelalaian kita sebaga pemerintah dan seluruh aparatur pemerintahan. Jadi seluruh kepala Puskesmas saya sudah perintahkan untuk buka mata, buka telinga, buka mulut untuk antisipasi soal DBD ini,” tegas Walikota.
Penegasan Walikota itu berdasarkan data korban meninggal di Kota Ambon akibat DBD sudah mencapai angka 27 jiwa, yang tersebar di lima kecamatan. Faktor penyebabnya selain karena pengaruh nyamuk berbahaya, tetapi juga lingkungan yang kotor. Sehingga harus terus melakukan himbauan dan langkah konkrit.
Sebab itu, Dinas Kesehatan Kota Ambon di bawah komando dr Wendy Pelupessy selain telah berpartisipasi dalam menyebarkan bubuk abate kepada warga beberapa waktu lalu saat Jumpa Berlian, tetapi terus menghimbau dan turut bersama membersihkan lingkungan dari sampah-sampah, agar tidak menimbulkan penyakit serta korban yang semakin banyak karena DBD. (MR-02)











Comment