by

“Si Jantung Hati”, Antar Ambon Juarai FPL B2SA Tingkat Provinsi

-Maluku-1,750 views

AMBON,MRNews.com,- Menu bernama “si jantung hati” untuk kategori display paket lengkap makan siang atau lunchbox beragam, bergizi, seimbang aman (B2SA) dari olahan pangan lokal, berhasil menghantarkan perwakilan kota Ambon keluar sebagai pemenang pertama di kategori ini pada festival pangan lokal (FPL) B2SA tingkat provinsi Maluku yang terlaksana di Tribun Lapangan Merdeka, Minggu (30/6/19).

Tak hanya itu, untuk kategori produk olahan pangan lokal komersial berupa kudapan atau snack, kota Ambon menjadi juara dan akan meraih penghargaan serta piala bergilir Gubernur Maluku. Dengan demikian, kota pimpinan Richard Louhenapessy-Syarif Hadler ini nantinya akan mewakili provinsi Maluku pada FPL B2SA tingkat nasional di Kendari, Sulawesi Tenggara bulan Oktober mendatang bertepatan dengan hari pangan sedunia sebagai juara umum FPL B2SA tingkat provinsi.

“Kami bersyukur dan sukacita bisa meraih prestasi dua juara sekaligus. Ini berkat kerja keras seluruh pihak baik peserta, dinas pertanian maupun tim penggerak PKK. Tentu kita tak akan larut dalam euforia, karena nanti akan mewakili Maluku ke tingkat nasional. Tantangannya lebih berat karena semua provinsi. Momentum ini jadi motivasi bagi kita nantinya terus berinovasi, lahirkan produk olahan pangan komersial yang unik dan menarik serta paket B2SA,” ujar ketua tim penggerak PKK kota Ambon, Debby Louhenapessy.

Sesuai penilaian dewan juri berjumlah lima orang yang diketuai Pratiwi dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI, kategori lunchbox B2SA juara kedua diraih wakil Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), juara ketiga Maluku Tenggara (Malra), harapan I Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), harapan II Kota Tual dan harapan III Kabupaten Kepulauan Aru.  Untuk kategori produk olahan pangan lokal komersial berupa kudapan, Kabupaten Malra juara kedua, juara ketiga SBB, harapan I Kabupaten Buru, harapan II KKT dan harapan III Kepulauan Aru.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Maluku, Ryona Noya dalam laporannya mengatakan, FPL B2SA tingkat provinsi ini hanya diikuti 10 peserta dari 11 Kabupaten/Kota se-Maluku, minus Kabupaten Maluku Tengah. Tujuan FPL ini adalah mendorong penerapan konsumsi pangan B2SA dengan memanfaatkan pangan lokal serta mendorong kreatifitas dan inovasi dalam pengembangan pangan lokal yang bernilai komersial.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad pada kesempatan itu katakan, Maluku memiliki potensi ketersediaan lahan guna membudidayakan buah dan sayuran lokal yang secara geografis cocok dan mendukung pertumbuhan tanaman tersebut. Maka, FPL B2SA menjadi salah satu model promosi dalam mempercepat pemahaman masyarakat pada konsumsi pangan B2SA itu. Festival ini juga salah satu wujud kepedulian kaum ibu guna meningkatkan kreasi dan nilai tambah produk dengan memanfaatkan pangan lokal.

“FPL B2SA ini juga guna mengangkat kembali citra makanan khas daerah yang selama ini kalah bersaing dengan makanan modern, maka perlu dikembangkan menu B2SA yang berbasis pada kearifan lokal dimana menu yang diciptakan dapat dimodifikasi dengan resep makanan daerah agar tercipta menu baru, unik dan menarik. Festival ini jadi momentum bagi Pemprov Maluku guna menstimulasi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di perdesaan, kecamatan hingga kabupaten/kota. Banyak manfaat dari festival ini. Diharapkan hasil FPL B2SA ini akan dapat diaplikasikan secara permanen dan massal ke seluruh masyarakat,” tukas istri Gubernur Maluku itu. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed