
AMBON,MRNews.com,- Ketua Ikatan Yante Evav Maluku (ITANEM), Prof Zainudin Notanubun, mengaku sangat menyesalkan insiden bentrokan antar warga di Kota Tual yang membuat 13 korban luka dan sejumlah rumah warga terbakar.
Bentrokan yang terjadi tersebut, kata dia, telah mencabik-cabik tatanan adat dan budaya orang basudara di Kei yang terkenal kuat.
“Selaku Ketua ITANEM saya sangat menyesal atas kejadian Selasa malam di kota Tual. Kejadian itu sebenarnya mereka telah mencabik-cabik orang basudara di Kei,” kata Notanubun, Kamis (2/2/2023).
Parahnya lagi, kata dia, bentrokan yang terjadi itu hanya karena masalah sepele. Ditambah orang-orang yang tidak ingin melihat adanya kebersamaan antar sesama orang saudara di tanah Kei.
“Itu masalah personal, bukan SARA, bukan antar suku dan agama. Sebagai anak Kei yang ada di rantau, saya mendengar kondisi di Tual sangat memilukan hati,” katanya.
Notanubun menghimbau kepada semua warga Kei dimana saja berada agar dapat bersama-sama menyuarakan perdamaian.
“Semua orang tahu kalau tatanan adat di Kei itu sangat kuat dari dulu, tapi sekarang hanya karena masalah sepele kita mudah berkelahi,” sesalnya.
Ia juga meminta semua tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat dan para Raja-raja termasuk Pemerintah Daerah serius melihat persoalan tersebut. Semua stakeholder diharapkan terus memberi pembinaan terkait tatanan adat budaya warisan para leluhur.
“Kita juga berikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang sudah berusaha menangkap para pelaku,” tandas mantan Wakil Rektor III Unpatti itu.
Atas nama Ketua ITANEM dan masyarakat Evav di Ambon maupun Maluku menghimbau kepada seluruh warga di Tual untuk menghentikan pertikaian.
“Jangan mudah terprovokasi, nanti kita tidak bisa maju. Mari kita akhiri. Pemda sudah bekerja keras, juga aparat TNI-Polri. Mari hidup saling menghargai, baku sayang. Mari kita lihat dan benahi tatanan kekeluargaan kita yang mulai terkoyak hanya karena masalah sepele, Ain Ni Ain, potong di kuku rasa di daging,” ungkapnya.
Notanubun juga meminta semua pihak agar tidak menyelesaikan setiap persoalan dengan kekerasan. Serahkan setiap permasalahan menggunakan tatanan adat, atau kepada aparat kepolisian.
“Saya juga menghimbau agar kita menghargai tua-tua adat, Raja-raja, bantu Pemda, Polisi, tidak ada hal yang tidak bisa diselesikan. Jangan terprovokasi dengan berita hoax,” pintanya.
Disisi lain, Notanubun juga bersyukur karena situasi Kamtibmas di Tual sejak siang hingga malam kemarin sudah kondusif.
“Semoga kita dapat mengendalikan setiap persoalan yang terjadi, kita sama-sama punya tanggung jawab untuk menjaga keamanan di Tual. Mari berpikiran jernih, dan hati bersih dalam menghadapi setiap masalah,” kuncinya. (MR-02)











Comment