AMBON,MRNews.com,- Penjabat Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie meminta para seniman, artis dan budayawan di Maluku harus memahami eksistensi dirinya dengan baik, sebagai bagian dari upaya bela negara melalui karsa, karya dan cipta berbagai kreativitas seni dan budaya.
Sehingga mampu membangun kesadaran nasional yang tercermin dari sikap dan perilaku setiap warga negara, yang menikmati karya seni dan budaya Indonesia, serta mengutamakan persatuan dan kesatuan.
“Seminar nasional ini diharapkan dapat menggugah dan membangun kesadaran serta memberikan pemahaman kepada kita semua, tentang pentingnya hakikat dan makna dari nilai-nilai prinsip seni dan budaya dalam upaya bela negara,” tandasnya saat membuka seminar nasional tentang Peran Nilai-Nilai Budaya dalam rangka Bela Negara, di Aula Lantai II Gedung Rektorat Unpatti, Kamis (15/22).
Pasalnya lewat seminar ini jadi muatan untuk dapat menyusun sebuah draft akademik dalam rangka pembentukan peraturan daerah, tentang ekosistem seni dan budaya di Maluku sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan visi pembangunan profesi Maluku 2019-2024.
Menurutnya, isu ketahanan nasional dan bela negara sering ditafsirkan secara sempit dan hanya dihubungkan dengan aspek pertahanan keamanan yang menjadi domain alat pertahanan negara. Padahal kewajiban bela negara menjadi tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia sesuai dengan bidang tugas masing-masing.
“Dinamika kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara pada generasi milenial saat ini perlu dicermati, oleh karena besarnya pengaruh budaya, pandangan hidup, sistem politik, tata nilai dan sistem ekonomi yang berkembang dalam tata kehidupan masyarakat global, tidak sepenuhnya sesuai dengan tata nilai bangsa Indonesia,” akunya.
Ia menilai, pengaruh ini sulit dicegah sebagai akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat, yang secara perlahan dapat memudarkan rasa kebangsaan terutama di kalangan generasi muda. Maka proses pembinaan kesadaran bela negara perlu dilakukan secara simultan, terpadu dan komprehensif untuk membangun karakter bangsa yang memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme.
“Bidang seni dan budaya memiliki keterkaitan langsung dengan aspek bela negara, dalam rangka membangun ketahanan nasional. Bila kekayaan seni dan budaya Indonesia sangat beragam dan selama ini telah menjadi unsur pemersatu dan kekuatan dari persatuan dan kesatuan Indonesia termasuk di Maluku,” bebernya.
Karena itu, sambungnya, seluruh pemangku kepentingan harus berupaya untuk mempertahankan seni dan budaya Indonesia sebagai perwujudan bela negara dan cinta tanah air. Melalui penguatan seni dan budaya Indonesia, akan berimbas dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas individu dalam upaya bela negara.
Sementara Rektor Unpatti Ambon M. J. Saptenno menerangkan, seminar tersebut digagas dalam rangka membangun pemahaman tentang apa itu bela negara yang mencakup aspek ideologi politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, hukum dan keamanan maka sebagai civitas akademika termasuk masyarakat pada umumnya, juga kelompok di bidang seni dan budaya, perlu memahami hakikat bela negara.
Sebab mungkin saja, ada pemahaman di luar bahwa bela negara itu menjadi tanggungjawab TNI/Polri saja. Padahal bela negara itu suatu kewajiban konstitusional yang harus dilakukan seluruh warga negara dan juga pemerintah, sesuai tugasnya masing-masing.
“Sebagai seniman maupun budayawan, mereka telah berkiprah di bidang masing-masing, hasilkan karya besar, mengangkat nama bangsa hingga di dunia. Persoalannya, ketika mereka mencuat ke permukaan, membawa nama negara sebagai wujud bela negara, mereka dipuja. Tetapi ketika tidak lagi populer, mereka tidak diperhatikan dan akhirnya hidup tunggal langgang,” tukasnya.
“Kami mau mencoba membangun ekosistem perlindungan pada seniman dan budayawan supaya ada dasar hukumnya. Ujung dari kegiatan seminar ini, akan lahir satu draft akademik dan juga peraturan daerah provinsi yang akan menjamin hak-hak seniman dan budayawan di Maluku dan mungkin itu akan menjadi contoh bagi daerah-daerah lain,” tutup Rektor.
Diketahui, seminar tersebut dipandu John Pasalbessy, dengan peserta dari kalangan mahasiswa, dengan Staf Ahli Pangdam XVI/Pattimura, Syarifuddin Sara sebagai Keynote speaker. Wakil Ketua DPRD Maluku Azis Sangkala, Rektor IAIN Ambon, Zainal Abidin Rahawarin juga ambil bagian. (MR-02)









Comment