AMBON,MRNews.com,- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon memastikan, semua angkutan kota (Angkot) di Ambon akan beroperasi normal tanpa shift pasca Lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriah.
Kepala Dishub Kota Ambon, Robby Sapulette katakan, dengan mencermati kondisi pergerakan orang dan barang yang ada di kota ini, maka setelah Idul Fitri sudah harus fungsikan kembali operasi Angkot tanpa shift.
“Jadi semua Angkot nantinya sudah bisa beroperasi normal kembali. Sekarang kan masih sistem shift, A dan B berlaku, sejak awal PPKM,” tandas Sapulette kepada awak media di ruang kerjanya, Kamis (28/4).
Saat ini tambahnya, belum bisa normal tanpa shift karena melihat kondisi menjelang Idul Fitri, kepadatan arus angkutan umum maupun kendaraan lainnya sangat tinggi. Barulah sistem normal berlaku usai Idul Fitri.
Kebijakan ini kata Sapulette, diambil agar roda ekonomi kembali berputar kencang, setelah sempat tersendat akibat diterapkannya PPKM mikro dua tahun di Kota Ambon sebagai dampak adanya Pandemi Covid-19.
“Kami minta para supir Angkot khususnya agar bersabar hingga Idul Fitri berakhir. Semua akan mencari setiap hari lagi selepas Idul Fitri,” tandas mantan Sekdis PUPR Kota Ambon itu.
Disinggung mengenai akses terminal Mardika sebagai pusat berhenti dan ambil penumpang Angkot yang makin sempit, Sapulette mengaku ini memang persoalan.
Dimana pintu masuk terminal sementara dibangun lapak bagi pedagang Mardika yang direlokasi dari gedung putih. Belum lagi fenomena yang terjadi setiap sore hingga malam, terminal dipenuhi PKL yang jelas mengganggu fungsi terminal.
“Tapi mau tidak mau kami harus bersabar dengan selesainya revitalisasi atau pembangunan pasar Mardika. Yang kemudian kami akan minta agar lokasi terminal betul-betul di clear-kan, dikosongkan, kembalikan fungsinya sebagai terminal bagi mobil Angkot,” terangnya.
Apalagi dipahami sungguh, sambung Sapulette, kondisi terminal Mardika sudah uzur karena sudah dibangun diera tahun 80-an. Dimana jumlah Angkot belum sebanyak yang era saat ini, kurang lebih 2000 unit.
“Dengan kapasitas terminal yang ada sekarang tidak mungkin bisa menampung jumlah angkot sehingga kami tetap membuka koridor agar para pengemudi bisa memilih jalur alternatif, apakah masuk dalam terminal ataukah turunkan penumpang dan terus berlanjut,” kunci Sapulette. (MR-02)









Comment