
AMBON,MRNews.com,- Seminggu pasca dibukanya pendaftaran, pelamar kerja non skill ke Australia masih minim. Terhitung oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Ambon baru diangka 35 orang dari kuota 1000 yang dibutuhkan.
Kepala Disnaker Ambon, Steven Patty menyebut, sejak dibuka 13 Februari 2023 lalu hingga Senin 20 Februari, baru 35 orang yang mendaftar. Angka itu bisa bertambah hari ini karena belum direkap tambahan.
“Kemungkinan ada penambahan, karena belum direkap pelamar yang hari ini. Kebanyakan itu memilih minat di perkebunan sebagai pemetik buah dan packing buah,” tandasnya di Ambon, Selasa (21/2).
Meski begitu, kata Patty, mitra Disnaker yang ada di GLS itu, mereka sudah menunggu sekarang yang lebih cepat menyangkut di peternakan, untuk tempat pemotongan hewan, dengan kuota yang siap diproses 47.
“Kalau ada, siap yang bisa kuota 47. Dia sudah siap 47. Kalau sudah memenuhi persyaratan, jalan, berangkat,” jelasnya.
Masih minimnya peminat kata Patty, bukan soal sosialisasi yang kurang, tapi tergantung calon pekerja. Karena mungkin salah satu persyaratan utama harus mampu berbahasa Inggris dasar. Sedang syarat lain karena sifatnya administrasi mudah dipenuhi.
“Kuota 1000 itu kan tergantung permintaan. Kita akan berupaya. Permintaan juga sesuai musim, kebutuhan disana. Jadi tidak semua, bisa bertahap dikirim. Selagi ada peluang, kita buka kesempatan terus. Bukan saja di Australia. Ini agar sebaran informasi kesempatan kerja bagi calon pekerja demi kurangi pengangguran di Ambon,” urainya.
Lebih lanjut tambah Patty, untuk tenaga kerja non skill yang melamar itu, mereka bukan saja di Darwin, tapi nanti akan ditempatkan di Canberra atau bisa juga di Brisbane yang ada perkebunan atau peternakan.
“Penutupan pendaftaran kan 14 Maret 2023. Nanti semua yang terdaftar itu akan kita undang dan akan kita beri penjelasan terkait proses lanjut. Tahapan seleksinya seperti apa. Kalau lolos, harus siapkan dokumen apa-apa, baru pemberangkatan,” tandasnya.
Pihaknya juga menurut Patty, masih sementara penjajakan untuk bukan saja di Australia, tapi sudah ada cakapan akan dilakukan kerjasama dengan perusahaan penyalur tenaga kerja ke beberapa negara di Eropa. Salah satunya di Polandia.
“Ini karena Polandia tidak membutuhkan bahasa Inggris. Karena pekerjanya memang unskill juga, tapi kerja di pabrik, perusahaan swasta. Sementara Australia kan butuh pekerja bahasa Inggris dasar itu,” tukasnya.
Semua ini dilakukan sebutnya, adalah bagaimana mengatasi pengangguran di Kota Ambon. Karena angka pengangguran masih tinggi, 11 persen. Sehingga Disnaker berupaya agar ada peluang kesempatan kerja dimanapun, yang bisa difasilitasi, diambil.
“Penyebaran informasi kita sudah sangat meluas. Cuma tergantung animo peminat, pencari kerja. Setiap tahun kita memang ada program sosialisasi ke sekolah Kejuruan dan malah kemarin juga sosialisasi ke peserta di Balai Pendidikan Vokasi dan Produktifitas (BPVP),” pungkasnya. (MR-02)









Comment