by

Revolusi Mental Menghendaki Adanya Perubahan Totalitas

AMBON,MRNews.com,- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Ambon menggagas seminar sehari yang diikuti ibu-ibu PNS perwakilan dari OPD di Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, DWP provinsi serta tim penggerak PKK Kota Ambon, Selasa (25/10).

Dr Dody Siwabessy, MA, salah satu narasumber seminar menegaskan, revolusi mental menghendaki adanya sebuah perubahan. Dan perubahan terjadi harus secara totalitas. Disitulah teruji nilai integritas (kepercayaan, kata dan perbuatan), etos kerja dan gotong royong.

Dikatakan, perubahan berkaitan dengan cara pandang atau paradigma dan karakter.
Secara spesifik cara membentuk dan menjaga karakter seseorang yakni belajar menghargai dirimu sendiri, bentuk prinsip diri sendiri, mengenal dan mengendalikan diri sendiri dan terus belajar.

“Diibaratkan, orang yang berhenti belajar dia adalah pemilik masa lalu, orang yang terus belajar adalah pemilik masa depan,” bebernya.

Hal lain dari menjaga karakter ialah memperbaiki masa lalu, memperhitungkan tindakan yang diambil dan komitmen, disiplin, kenali kelebihan dan kekurangan.

Selain Siwabessy yang adalah seorang akademisi, Ketua DWP Maluku Beatrix Orno yang juga isteri Wakil Gubernur Maluku dan Kepala DP3AMD Kota Ambon Meggy Lekatompessy juga tampil sebagai narasumber.

Sebelumnya, Asisten II Setkot Ambon Fahmi Salatalohy menegakan, peran perempuan sangat penting sebagai tiang penyangga keluarga dan bangsa dalam membangun peradaban, menjalankan amanat pembukaan UUD 1945 serta mendidik anak menjadi berkarakter kuat.

“Di Ambon beberapa bulan terakhir terjadi pelecahan seksual pada anak dibawah umur, juga kriminalitas oleh anak. Ini timbulkan keprihatinan kita,” ingatnya saat membuka seminar.

Oleh sebab itu, Fahmi berharap, tugas sebagai orang tua apalagi ibu-ibu untuk menjaga anak-anak dari pergaulan. Salah satunya dengan mengontrol jam belajar kelompok diluar rumah apalagi anak perempuan.

“Harus ada edukasi lewat program strategis yang berkesinambungan. Seminar ini, bisa jadi stimulus bagi para ibu-ibu. Sebab kita dihadapkan dengan era globalisasi dan perkembangan IT, yang tentu pengaruhi karakter dan mental anak. Perlu treatment khusus dalam upaya memperkuat revolusi mentalnya,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed