by

Sembuh, Pasien Covid-19 di Ambon Pulang Hari Ini, Paramedis Diapresiasi

-Maluku-1,647 views

AMBON,MRNews.com,- Semenjak terkonfirmasi positif coronavirus disease (Covid-19) 22 Maret lalu dan dirawat hampir dua pekan, pasien 01 di Kota Ambon asal Bekasi pun dinyatakan telah sembuh oleh pemerintah provinsi Maluku lewat gugus tugas dan akan pulang ke daerahnya hari ini.

Sebab, dari pengakuan ketua harian gugus tugas Covid Maluku Kasrul Selang, hasil tes kedua yang bersangkutan menunjukkan negatif. Termasuk sejumlah spesimen lainnya negatif, 2 WNA asal Jepang didalamnya. Sehingga tersisa hanya empat spesimen belum diterima dari total 65 yang dikirim.

“Dari 65 spesimen yang dikirim ke Labkes Kemenkes, tersisa 4 yang hasilnya belum keluar. Mudah-mudahan hari ini keluar. Pasien 01 dari Bekasi sudah keluar hasilnya negatif. Sekarang katong ada rapid test, mudah-mudahan kalau negatif lagi pas,” jelasnya di kantor Gubernur, Rabu (1/4/2020).

Diketahui, berdasarkan data yang dirilis gugus tugas per 1 April 2020 jam 12.00 Wit, untuk orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 132, pasien dalam pengawasan (PDP) 8 orang, dan pasien sembuh 1 orang dari kota Ambon. Total 141. PDP terdapat di Tual dan Aru 2, Malteng 1 dan Ambon 3.

Dengan begitu, Kota Ambon dan Maluku dinyatakan bebas corona. Namun jangan bereuforia. Sebab persoalan dipintu masuk keluar dibawah tanggungjawab pemerintah provinsi yang belum maksimal harus dibenahi. Sebab dalam tiga hari ini saja, ribuan orang dari luar daerah datang ke Ambon dengan kapal Pelni.

Belum lagi orang yang datang dengan pesawat, meski tak sebanyak kapal. Pengawasan ketat, pelayanan harus ditingkatkan termasuk penyediaan sarana prasarana penunjang, tidak sekena saja. Bahkan petugas lapangan dan medis mesti dilengkapi APD disemua level.

Jangan sampai tindakan puluhan pelaku perjalanan yang dikarantina dari LPMP provinsi mengamuk tagal tidak diberi makan, kembali terulang dan timbulkan keresahan dipublik. Sebab diminta karantina tanpa pelayanan maksimal, maka protes tak bisa terhindarkan.

Tapi, catatan kritis itu, tidak menafikkan sembuhnya pasien 01 Covid-19 dan bakal pulang, tak lepas dari peran besar tenaga medis di RSUD dr Haulussy-Ambon yang merawatnya. Kerja maksimal tenaga medis pun layak diapresiasi.

“Sebagai garda terdepan yang menangani pasien Covid-19, tenaga medis baik dokter maupun perawat patut diapresiasi tinggi. Sebab mereka rela mempertaruhkan nyawa karena rentan tertular meski dengan APD yang minim. Mestinya tenaga medis harus diperhatikan benar pemerintah,” ujar Jack, warga Ambon. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed