AMBON,MRNews.com,- Sejumlah kontingen peserta pesta paduan suara gerejani (Pesparani) Katholik nasional pertama telah tiba di Kota Ambon, Provinsi Maluku, Kamis (25/10/18). Tercatat, beberapa diantaranya kontingen dari Provinsi Bengkulu, merupakan rombongan yang tiba pertama pukul 06.00 Wit.
Menyusul Bengkulu yang datang dengan 36 personil, ada Provinsi Nanggore Aceh Darusalam (NAD) dan Provinsi DIY. Selain itu provinsi di timur Indonesia, kontingen Papua dengan membawa 298 peserta, juga telah tiba dan bertempat tinggal selama Pesparani di Hotel Manise.
“Saya informasikan kepada kawan-kawan, memang tadi waktu rombongan kontingen pertama datang, tidak ada wartawan satu pun. Karena mungkin miss koordinasi. Kebetulan sekali kontingen pertama itu, Bengkulu dengan 36 personil dan tugas kita Dinas Perhubungan Maluku untuk jadi pendamping (LO). Tadi ramai sekali dalam penjemputan. Bengkulu peserta pertama yang masuk dan diterima resmi oleh pemerintah provinsi lewat panitia,” tandas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Maluku, Frangky Papilaya dalam keterangannya kepada media di kantor Dishub Maluku, Kamis (25/10).
Kemudian, kata Papilaya, sudah ada juga kontingen NAD (Aceh) dan Jogja serta Papua. Seluruh kontingen terbagi di hotel, penginapan dan wisma, yang telah diatur panitia selama Pesparani berlangsung. Nantinya peserta akan hadir dan dijemput, sampai tanggal 28 Oktober juga masih ada artinya selama tiga hari kedepan.“Itu terkait tugas-tugas transportasi yang kita lakukan. Memang ada kontingen yang sudah mendahului ke Ambon, tapi secara resmi diterima panitia hari ini,” ujarnya.
Sementara saat ditemui terpisah, Wakil Ketua Kontingen Pesparani Papua, Pastor Constantinus Bahang, OFM mengaku, pihaknya datang dengan rombongan 350 orang, 298 diantaranya peserta, untuk mengikuti semua mata lomba. Dirinya lantas memberikan apresiasi kepada panitia Pesparani karena siap dan sigap menerima kontingen ketika tiba di bandara, penjemputan dan hingga perjalanan ke hotel.
“Apresiasi bagi panitia. Penerimaan kami saat tiba sangat baik. Karena ini pertama kali, selain datang dengan optimis juara tapi juga dalam semangat membangun persaudaraan, persekutuan sejati. Harapannya, Pesparani ini harus bobot dan bermutu sehingga ada kesan positif. Ini pesta rohani, harus dinikmati. Kemampuan cerita mob di Papua, membuat lomba bertutur kita suci jadi unggulan bagi kita, termasuk Mazmur, Gregorian. Lainnya juga bisa. Kita berusaha tampilkan yang terbaik saja,” bebernya. (MR-02)










Comment