by

Satu Lagi Terduga Pelaku Penganiayaan Pegawai Puskesmas Benteng Ditangkap

AMBON,MRNews.com,- Empat terduga pelaku penyerangan dan penganiayaan terhadap pegawai di Puskesmas Benteng kini telah diamankan polisi.

Kepastian itu didapat setelah satu pelaku lagi inisial B.R ditangkap. Pemuda 23 tahun itu diringkus Unit Buser Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Selasa (14/3) malam.

Penangkapan tersebut diakui Pasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease Ipda Moyo Utomo, Sabtu (18/3).

Moyo mengaku, terduga pelaku B.R awalnya diamankan ketika personil Buser mendapat surat perintah penangkapan oleh penyidik Unit Pidum. Pelaku pun dicari.

“Tim mendapati informasi bahwa pelaku sementara berada di rumahnya di kawasan Kecamatan Baguala Kota Ambon. Karena itulah personil Buser mendatangi rumah pelaku,” jelas Moyo.

Usai berkoordinasi dengan pihak keluarga, tambah mantan Wakapolsek Leihitu itu, pelaku B.R pun akhirnya diringkus dan digelandang ke Mapolresta Ambon untuk diproses hukum lebih lanjut guna mempertanggungjawabkan perbuatan yang dilakukannya.

Diketahui, sebelum pelaku B.R diamankan, satu terduga pelaku lainnya FO alias Rajes yang juga Security PT Semen Tonasa sudah lebih dulu diringkus saat sedang bekerja di kawasan Gudang Arang, Kelurahan Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, Selasa (14/3).

Dengan tertangkapnya B.R, kini tercatat empat dari tujuh pelaku penyerangan dan pengeroyokan pegawai Puskesmas Benteng sudah diamankan di Rumah Tahanan Polresta Ambon. Satu diantaranya dilakukan pembantaran karena sakit.

Selain B.R, tiga pelaku tersebut yakni FJL alias Ian (20), FAP alias Falen (36), dan FO alias Rajes. Ian dan Falen menyerahkan diri. Falen sendiri dilakukan pembantaran karena sakit radang usus buntu.

Masih tersisa tiga pelaku penganiayaan lain yang terus dikejar aparat kepolisian yaitu berinisial H, O dan R.

Untuk diketahui, para pelaku menganiaya Deckson Defon Tentua (20), pegawai Puskesmas Benteng di tempat kerjanya tersebut pada Kamis (2/3/2023) lalu.

Korban dikeroyok setelah menegur tiga orang pemuda sebelumnya. Mereka parkir sepeda motor di depan Puskesmas.

Tak terima ditegur, salah satu pemuda adu mulut. Korban dan pekau itu lalu berkelahi, dan kemudian dilerai warga sekitar.

Setelah dipisahkan, korban dibawa masuk ke dalam Puskesmas. Namun tak lama berselang, pemuda tersebut datang membawa kawan-kawannya.

Saat bertemu, para pelaku sebelumnya beralibi untuk mendamaikan persoalan pertama. Nyatanya, mereka mengeroyok korban saat melihatnya. Kawan-kawan korban yang mencoba melerai pun ikut dianiaya dalam Puskesmas. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed