by

Satgas Covid-19 Desa/Kelurahan Diminta Intens Pantau Pasien Isoman

AMBON,MRNews.com,- Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon Mourits Tamaela mintakan keseriusan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di Desa/Kelurahan, Kecamatan hingga Kota Ambon untuk intens memantau aktivitas pasien positif Covid-19 yang jalani isolasi mandiri (Isoman) di rumah.

Pasalnya, dengan tingginya pasien positif Covid-19 di Ambon yang lebih memilih Isoman 95 persen ketimbang isolasi terpusat (Isoter) membuat kekhawatiran pergerakan mereka dalam berinteraksi dengan orang lain tidak terkontrol, meski rata-rata OTG atau gejala ringan.

“Ini sangat berbahaya kalau mereka yang Isoman tidak terkontrol secara baik oleh Satgas Covid-19 Desa/Kelurahan khususnya, karena mereka yang harus berperan aktif, baru sampai ke tingkat kota,” sebut Tamaela di Ambon, Minggu (13/2).

Apalagi Covid-19 varian baru Omicron yang sudah masuk ke Ambon kata Tamaela, penyebarannya begitu cepat, sehingga ini harus diantisipasi dengan penanganan yang lebih serius khususnya Desa/Kelurahan yang ada pasien positif Covid-19 baik internal keluarga maupun lingkungan.

“Pantauan kami Satgas Covid-19 dibawah tidak maksimal jalankan peran pengawasan itu. Dinas Kesehatan (Dinkes) pun kewalahan untuk mengontrol dan penanganan pasien Isoman yang rata-rata tanpa gejala atau gejala ringan,” terang politisi NasDem itu.

Selain hasil pantauan, tapi juga kata dia, tanggungjawab pengawasan Isoman memang menjadi kendala yang terjadi di lapangan saat evaluasi bersama Dinkes kota Ambon beberapa hari lalu. Ditambah pula keterbatasan tenaga kesehatan (Nakes) ketika ada yang terkonfirmasi.

“Kita temui itu. Karena Dinkes kan sampai dengan awasi pasien Isoman bukan domain mereka. Apalagi juga harus berbagi tugas untuk percepatan penanganan vaksinasi, butuh Nakes banyak. Tapi faktanya minim. Maka kerjasama, kolaborasi wajib,” jelasnya.

Hal ini menurut Tamaela, perlu menjadi perhatian penting Satgas Covid-19. Karena kasus positif di Ambon cenderung naik signifikan setiap harinya, dan pasien Isoman pun akan terus bertambah. Mawas diri pun wajib dikedepankan

“Jangan sampai terkesan di publik bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon sengaja membiarkan. Karena Omicron diprediksi akan meningkat drastis pada akhir Februari atau awal Maret. Pemkot sudah harus siap menghadapinya, dengan edukasi, sosialisasi lebih maksimal. Jangan anggap biasa saja,” akunya.

Jangan sampai karena kelalaian bersama tambah Tamaela, kondisi kota Ambon makin anjlok dan bisa masuk lagi ke zona merah serta naik lagi level PPKM.

“Maka selain fokus Isoman, tapi juga disiplin protokol kesehatan berupa masker oleh masyarakat harus terus diingatkan. Sebab kelihatan masih abai soal masker. Padahal dengan disiplin itu, bisa menekan penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, 95 persen dari pasien positif Covid-19 di Kota Ambon saat ini yang jumlahnya sudah diangka 1866 kasus, adalah mereka yang memilih Isoman karena tak bergejala atau gejala ringan, sebagian kecilnya di Isoter. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed