AMBON,MRNews.com,- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon telah membawa sampel makanan yang dikonsumsi puluhan siswa SMA Negeri Siwalima Ambon akibatkan keracunan massal ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon.
BPOM Ambon pun telah meneruskannya ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Maluku untuk diuji atau diperiksa secara mendalam kandungan berbahaya tidaknya sampel makanan tersebut.
Kepala BPOM di Ambon, Hermanto menyebut, seluruh sampel sedang diuji di Labkesda. Tim BPOM sudah koordinasi dengan pihak sekolah, rumah sakit (RS), Dinkes dan Labkesda, termasuk hasil investigasi di lapangan.
“Sampel sedang diuji. Tim kami sudah koordinasi lanjut dengan pimpinan sekolah, rumah sakit tempat para siswa dirawat, dinas dan Labkesda,” jelas Hermanto, Sabtu (19/11).
Mengenai sampel makanan jenis apa yang diuji dan kapan hasilnya akan keluar, Hermanto enggan menjawab, sebab bukan kapasitasnya. Karena sepenuhnya sudah di Labkesda. Sehingga lebih tepat jika bertanya kesana.
“Soal itu (jenis makanan dan waktu keluar hasil-red), silahkan ditanya ke Labkesda,” pinta Hermanto.
Sebelumnya, Kapolsek Baguala AKP Meity Jacobus juga menyebut, sampel makanan yang dikonsumsi para siswa yang terkena keracunan telah dibawa petugas kesehatan untuk diperiksa kandungannya.
“Nanti kita sama-sama tunggu hasilnya yah, karena sudah dibawa untuk diperiksa,” jelas Meity, Jum’at (18/11).
Disebutkan, rangkaian diduga keracunan massal siswa SMA Negeri Siwalima itu sebenarnya sudah dari Kamis (17/11) saat mereka makan siang, dengan menu nasi, sayur bayam dan ikan goreng.
“Selesai makan, malamnya sudah ada yang mual-mual, pusing dan sebagainya,” jelas Meity.
Puncaknya akui Meity, Jum’at (18/11) baru bertambah banyak yang jadi korban atau rasakan dampak keracunan.
“Makanan yang dikonsumsi para siswa di SMA Siwalima itu dari pihak ketiga yang kelola dan kelolanya itu didalam lingkungan sekolah,” demikian Meity.
Jumlah siswa korban diduga keracunan massal kurang lebih 70-an orang telah dievakuasi ke rumah sakit pasca mendapat penanganan Puskesmas Nania di UKS.
“Yang saya dapat tadi itu sudah sekitar 70-an. Itu yang dievakuasi ke rumah sakit. Itu yang terakhir. Pasnya saya belum cek berapa tapi sudah 70-an,” kata Meity Jacobus kepada awak media, Jum’at (18/11).
Memang mereka dievakuasi ke rumah sakit karena kata dia, pihak sekolah juga tidak mau bertanggung jawab ketika hal lebih fatal terjadi bila ada yang enggan. Sebab itu para siswa dianjurkan ke rumah sakit.
“Mereka semua diarahkan ke rumah sakit menghindari ada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi mereka semua diarahkan ke rumah sakit,” jelasnya.
Beberapa rumah sakit sasaran evakuasi siswa SMA Siwalima diduga korban keracunan massal kata mantan Kasubag Humas Polresta Ambon itu pada RS Otto Kuik, RS Leimena dan RSUD dr Haulussy.
Namun konfirmasi lapangan untuk tambahan rumah sakit ada dua lagi yang rawat siswa yakni RSKD Nania dan RSUD dr Ishak Umarella. (MR-02)











Comment