by

Rehabilitasi Rumah Korban Gempa Lombok, Presiden Serahkan Rp 264 Miliar

-Maluku-1,174 views

AMBON,MRNews.com,- Presiden Joko Widodo memberikan bantuan untuk perbaikan rumah rusak berat yang telah diverifikasi sebanyak 5.293 unit yang diserahkan langsung kepada korban gempa Lombok di Kecamatan Pemenang, Lombok Utara (2/9/18). Nilai total yang diserahkan sebanyak Rp 264 miliar untuk 5.293 KK untuk rumah rusak berat, dimana masing-masing diberikan stimulus Rp 50 juta. Bantuan langsung ditransfer Pemerintah dan masyarakat menerima dalam bentuk tabungan BRI.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB RI, Sutopo Purwo Nugroho, Senin (3/9) dalam rilisnya kepada media ini menjelaskan, rincian warga yang mendapat dana stimulant tersebut yaitu Kabupaten Lombok Barat 359, Kabupaten Lombok Utara 1.353, Kabupaten Lombok Timur 2.782, Kabupaten Lombok Tengah 779,  Kota Mataram 20. Perwakilan tiap Kabupaten/Kota itu menerima secara simbolis bantuan tersebut dan diharapkan tabungan itu dapat membantu masyarakat membangun kembali rumahnya yang roboh akibat gempa.

Dia katakan, saat penyerahan bantuan, Presiden pun berpesan, dana yang diberikan harus benar-benar untuk membangun rumah, bukan untuk hal lain. “Saya akan cek benar nanti, uangnya dibangunkan rumah atau tidak. Satu lagi pesan saya untuk pejabat pemerintah, jangan dipotong serupiah pun dana ke masyarakat. Saya harap masyarakat bersabar, untuk sementara yang diberikan dana stimulan masih 5.293. Sisanya sekitar 70 ribuan lebih dalam verifikasi sesuai aturan yang berlaku” kata Presiden.

Sementara itu, salah satu masyarakat yang sudah mendapat tabungan, Munawir warga Salut Timur, Kabupaten Lombok Barat mengatakan, dirinya akan membangun rumah tahan gempa sebagaimana yang dicontohkan pemerintah, seperti RISHA.

Sedangkan, Mardin, warga Kecamatan Kayangan, Lombok Utara mengaku lebih memilih membangun semi rumah kayu, dengan konstruksi pondasinya yang tahan gempa seperti RISHA. Karena kayu lebih tahan gempa dan aman untuk keluarga. Dan untuk membangun rumah tersebut, biaya ditaksir sekitar Rp 40 juta, sisanya Rp 10 juta untuk kebutuhan sehari-hari.

Lebih lanjut dijelaskan Sutopo, kedatangan Presiden untuk ketiga kalinya untuk mengecek para korban yang telah tertangani dengan baik dan mendapat pertolongan, mengecek sekolah, rumah sakit darurat, memastikan aktivitas perekonomian berjalan lancar serta menghibur masyarakat (penyintas/pengungsi) yang sudah berlangsung lama. Dimana selama perjalanan menuju Gunung Sari, Lombok Barat, Presiden menyempatkan ke pos pengungsian Desa Menggala dan Desa Kekait untuk menyapa, berdialog sederhana dan sholat magrib berjamaah dengan penyintas.

Malam harinya, Presiden bersama pejabat negara lainnya nonton bersama dengan para penyintas, acara penutupan Asian Games di Lapangan Sepakbola Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat. Pasca itu, Presiden juga menginap di tenda bersama para Menteri, Kepala BNPB, Panglima TNI, Kapolri dan pejabat lainnya. (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed