by

Rakerdasus PDIP, Huwae : Jangan Pakai Isu SARA di Pilkada

-Politik-2,155 views

AMBON,MR.com,- Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Edwin Adrian Huwae mengungkapkan, dalam rapat kerja daerah khusus (Rakerdasus) yang berlangsung selama sehari (Sabtu,13/01) di Gonzalo, tentu akan diingatkan bahwa dalam kerja-kerja pemenangan, kader-kader PDI Perjuangan dilarang untuk mengkampanyekan sesuatu yang berkaitan dengan isu SARA di Pilkada 2018 khususnya.

Pasalnya, selain karena hal itu merupakan penegasan dari ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, tetapi juga isu SARA sama sekali tidak mencerminkan pendidikan politik bagi masyarakat serta menciderai nilai-nilai berdemokrasi yang bisa merusak tatanan hidup berbangsa dan bernegara.

“Sebagai pimpinan partai perlu kita menghimbau kepada seluruh kader partai untuk tidak memakai isu SARA untuk mencapai kemenangan di Pilkada nanti. Ini penegsan ibu ketua umum dan wajib dijalankan,” tandas Huwae usai pembukaan Rakerdasus dan syukur HUT PDIP ke-45 di Baileo Oikumene Ambon, Sabtu (13/01).

Memang kata Huwae, tidak ada sanksi bagi kader yang main isu SARA di Pilkada, karena tentu perlu pembuktian yang jelas dan benar. Tetapi merupakan satu tanggungjawab moral kader terhadap nilai hidup yang sejalah dengan pancasila dan bhineka tunggal ika. Sementara terkait Rakerdasus ini sendiri, kata Huwae tujuannya untuk memperkenalkan calon Gubernur-Wakil Gubernur Maluku yang diusung PDIP kepada struktur partai. Serta nanti dalam acara intinya juga akan dibahas tentang strategi pemenangan maupun bicarakan visi misi pasangan calon yang mesti disejajarkan atau disinergikan dengan visi besar PDI Perjuangan.

“Rakerdasus kali ini menghadirkan seluruh pimpinan partai dari DPC kabupaten/kota, DPD, organisasi sayap dan seharusnya pula pimpinan kecamatan. Tapi karena terkendala dengan letak geografis wilayah kepulauan yang jauh, maka mungkin terdekat di kota Ambon dan sekitarnya saja,” tukas ketua DPRD Maluku itu.

Ditambahkan Huwae, target Rakerdasus sebenarnya bagian konsolidasi internal struktural partai dan tentu target kemenangan di Pilkada 2018 lewat kerja politik yang dicakapkan. Pasalnya, pada Pilkada 2015 dan 2017 tempo hari, PDI Perjuangan hanya menang dengan persentase 44, 42 persen dan jauh dari target yang diinginkan partai. Sehingga pihaknya berharap pada Pilkada sisa di 2018 baik provinsi Maluku, kota Tual dan kabupaten Malra, PDI Perjuangan bisa menang.

“Oleh karena itu, satu-satunya jalan adalah mengkonsolidasikan seluruh struktural partai untuk memenangkan pasangan calon yang sudah direkomendasikan,” demikian Huwae. Selain pengurus DPD, DPC dan PAC, pembukaan Rakerdasus turut dihadiri mantan Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu, anggota DPR-RI fraksi PDIP Mercy Barends, Cawali-Cawawali Kota Tual Yunus Serang-Eva Balubun, kepala daerah asal PDIP dan Cagub-Cawagub Maluku Murad Ismail-Barnabas Orno. (MR-05)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed