by

Rahayaan Lanjutkan Program, Hanubun Fokus Persoalan Ohoi & Sarpras

-Daerah-1,233 views

AMBON,MRNews.com,– Program 100 hari kerja kedepan sudah didengungkan Bupati – Wakil Bupati Maluku Tenggara (Malra), Muhammad Taher Hanubun – Petrus Beruatwarin dan Walikota – Wakil Walikota Tual, Adam Rahayaan – Usman Tamnge, pasca dilantik sebagai kepala daerah-wakil kepala daerah periode 2018-2023 oleh Gubernur Maluku, Said Assagaff di lantai VII kantor Gubernur, Rabu (31/10/18).

Rahayaan berkomitmen bersama Tamnge untuk melanjutkan program yang berhasil lima tahun sebelumnya dengan mengacu pada visi mewujudkan Tual, sebagai kota yang BERIMAN, dengan tidak meninggalkan sejumlah inovasi dan program baru yang sudah dirancangkan. Karena dirinya adalah incumbent, baik dalam 100 hari kerja maupun lima tahun kedepan. Sedangkan Hanubun-Beruatwarin akan fokus pada penyelesaian masalah Ohoi (Kepala Desa) dan sarana prasarana.

Usai pelantikan, Walikota Tual, Adam Rahayaan kepada awak media mengatakan, program yang akan dijalankannya dalam 100 hari kerja yaitu mewujudkan sumber daya manusia yang religius, cerdas dan sehat. Dimana program tersebut termasuk dalam tujuh misi, yang dijabarkan dalam 28 program dan 113 kegiatan. “Semua misi, program dan kegiatan, tertuang dalam Visi, mewujudkan Tual, sebagai kota yang BERIMAN, yaitu Beriman, Ekonomi Responsif Akuntabel Demokratis dan Transparan. Lanjutkan apa yang telah berhasil dan evaluasi yang menjadi kekurangan untuk diperbaiki kedepannya,” ucap politisi PKS itu.

Sementara itu, Bupati Maluku Tenggara, Taher Hanubun mengaku, dalam 100 hari kerja, dirinya akan membuat data base, sehingga bisa mengetahui apa yang diperlukan atau butuhkan masyarakat, serta menyelesaikan persoalan Kepala Ohoi (Desa) yang sampai saat ini belum diangkat sebagai sebagai pejabat defenitif. “Jadi paling tidak dalam 100 hari kerja , sudah harus 60 persen Kepala Desa (Ohoi) yang diangkat menjadi pejabat defenitif,” ucapnya.

Sementara di sektor pembangunan, dirinya bersama Wakil Bupati akan lebih fokus di Kecamatan Kei Besar. “Saat kampanye, ketika melihat Kei Besar maka orang melihat itu pedih. Untuk itu, sarana prasarana Kei Besar harus menjadi perhatian dan catatan khusus. Targetnya, dalam waktu tiga tahun Kei Besar akan menikmati jalan, listrik, air bersih dan rumah sakit,” jelas mantan anggota DPRD Maluku itu.

Dirinya optimis mampu menjalankan tugas sebaik mungkin dalam membangun Maluku Tenggara sebagai daerah yang lebih maju. “Karena saya berjuang bersama rakyat dan cinta akan daerah lebih dari cinta diri sendiri, maka saya akan bekerja sebaik mungkin untuk kemajuan Maluku Tenggara,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Maluku usai melantik kedua kepala daerah tersebut menitipkan pesan agar dapat menjadi kepala daerah yang amanah, komitmen dan mencintai rakyat. Dengan memiliki itu, maka daerah akan maju karena pasti didukung penuh rakyatnya. Dirinya lantas menitipkan pesan kepada bupati Malra khususnya agar prestasi dan program kerja bupati sebelumnya, Andre Rentanubun yang telah berhasil dapat dijadikan sebagai pijakan dan motivasi untuk membawa Malra jadi lebih baik kedepan, dari yang sekarang telah berkembang cukup baik dibawah komando Rentanubun-Serang.

“Hal-hal yang masih kurang harus diperbaiki sehingga jadi lengkap. Keberhasilan sebelumnya mesti dipedomani, karena Malra sejauh ini 10 tahun terakhir dibawah kepemimpian pa Andre dan pa Yunus Serang cukup baik perkembangannya. Pastikan visi-misi dan janji kampanye bisa direalisasi, demikian pula untuk Walikota-Wakil Walikota Tual, pa Adam Rahayaan dan pa Usman Tamnge. Yang baik dan berhasil diteruskan, belum baik segera perbaiki. Peningkatan SDM jadi hal penting,” pesan Gubernur. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed