AMBON,MRNews.Com.-Ditengarai akibat pungutan liar karyawan, petugas keamanan dan oknum pejabat tertentu di PT Tonasa Cabang Ambon menyebabkan harga semen meroket dan mencekik masyarakat menengah ke bawah.
Salah satu sumber informasi Media ini di PT Tonasa Cabang Ambon menyebutkan harga semen per sak yang dipatok pihak perusahaan berkisar Rp 60 ribu hingga Rp 62 ribu. Akan tetapi, akibat pungli menyebabkan harga di pasaran di Ambon sudah mencapai Rp 72 ribu hingga Rp 76 ribu. ’’Yang kami tahu kalau harga semen setiap kita ambil di kantor PT Tonasa di Gudang Arang itu Rp 60 ribu per sak, akan tetapi karena pakai sistem antrean menyebabkan harga di pasaran sudah mencapai Rp 76 ribu,’’ keluh salah satu pengusaha semen di Ambon, Jumat (30/11).
Sumber itu menuturkan lasimnya untuk memperlancar pengangkutan semen dari Gudang Arang itu para pengusaha membayar orang dalam agar pesanan semennya cepat dimuat dan dapat tiba di toko-toko penjualan tanpa menunggu waktu lama. ’’Biasanya kita dipungut Rp 2000 per sak kalau ingin antrean mobilnya tidak berlama-lama,’’ ungkap sumber itu.
Sumber itu mengakui tak jarang terjadi keributan sesama pengusaha hanya karena tidak mau mengantre mengambil muatan semen di Gudang Arang,Kecamatan Nusaniwe, Ambon. ’’Sering terjadi saling memaki di antara supir pengangkut semen, bahkan supir pun sering dimaki karyawan dan petugas keamanan akibat lama mengantre,’’ lanjut sumber itu.
Masalah ini pernah dilaporkan ke petugas Pos Kepolisian Sektor Nusaniwe di Gudang Arang.
Pimpinan Cabang PT Tonasa Ambon belum berhasil ditemui dam belum dapat dikonfirmasi menyangkut kenakalan anak buahnya itu. (MR-03).











Comment