AMBON,MRNews.com- Rencana Presiden RI, Joko Widodo untuk membuka Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional I, di Kota Ambon, yang akan dihelat pada, 27 hingga 2 November 2018 masih terus dikomunikasikan. Hal ini diungkapkan Ketua Umum Panitia Daerah Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional I, Zeth Sahuburua yang juga Wakil Gubernur Maluku saat rapat Koordinasi Pesparani Katolik Nasional I di lantai tujuh Kantor Gubernur Maluku, kemarin.
“Saya tidak bisa memberikan jawaban tentang kepastian Presiden membuka Pesparani, tetapi harapan kita beliau akan hadir pada pembukaan Pesparani tanggal 27 Oktober,” jelasnya.
Menurut Sahuburua, Gubernur Maluku telah mengirimkan surat resmi kepada Presiden RI untuk bisa menghadiri pembukaan Pesparani.
“Sampai saat ini kita masih mengecek, terkait jadwal Presiden. Saat Pesparawi juga tinggal satu hari baru ada kepastian. Karena itu kita bersama-sama doakan supaya Presiden RI tetap datang,” harapnya.
Ditambahkannya, jika terkait kedatangan Presiden merupakan tanggungjawab Kementerian Agama dalam hal ini Dirjen Bimas Katolik.
“Sudah ada pembagian tugas, untuk berbicara dengan Presiden RI merupakan tugas Kementerian Agama khususnya Dirjen Bimas Katolik,” tegasnya.
Sementara itu, Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Suko Pranoto mengakui hingga saat ini belum ada kepastian tentang kehadiran Presiden RI ke Ambon dalam rangka membuka Pesparani Nasional I Tahun 2018 pada 27 Oktober mendatang.
“Belum bisa dipastikan, karena sampai sekarang belum dapat info, mungkin karena kesibukan beliau sebagai seorang Presiden,” ungkapnya.
Kendati belum ada kepastian namun jenderal dua bintang ini memastikan TNI siap memback up pengamanan selama Pesparani berlangsung.
“TNI pasti back up, termasuk jika Presiden datang, pasti lebih siap lagi, tak ada masalah,” ucapnya.
Dipastikan, pengamanan akan ditingkatkan jika Presiden jadi ke Ambon.
“Kalau Presiden datang, pasti pengamanan VVIP,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua tim kontingen Pesparani Maluku, Edwin Adrian Huwae, mengaku jika pihaknya berupaya agar Presiden bisa hadir dan membuka Pesparani Katolik Nasional I, termasuk melobi melalui jalur partai.
“Jadwal Presiden tanggal 27 acara di Surabaya yakni Rapat Koordinasi Nasional Tim Kampanye Indonesia, tetapi informasi terakhir acara tersebut sudah ditunda, mudah-mudahan beliau bisa datang dan membuka Pesparani,” harapnya. (MR-01)










Comment