by

Presiden: Bangun NTB Kembali Dengan Konstruksi Rumah Tahan Gempa

-Maluku-1,757 views

AMBON,MRNews.com,- Presiden RI, Joko Widodo menegaskan, untuk membangun kembali Kabupaten Nusa Tenggara Barat (NTB), harus dengan konstruksi rumah tahan gempa. Hal itu dikatakannya saat meninjau percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa Lombok dan Sumbawa, sekaligus berdialog dengan masyarakat. “Boleh membangun rumah tipe apa saja dari batako, batu bata atau kayu, asal konstruksinya tahan gempa” kata Presiden dalam rilis BNPB RI, saat memimpin Apel Siaga NTB Bangun Kembali di Lapangan Sepakbola Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, NTB, (3/9/18).

Dalam arahannya Presiden juga mengatakan, Indonesia merupakan negara rawan gempa karena terletak di ring of fire atau cincin api. Dimana sejak tahun 1979, NTB pernah mengalami gempa besar. Sehingga semua harus belajar dari pengalaman sebelumnya yakni bangunan harus tahan gempa. Karena itu, dirinya menyerahkan penuh pembangunan rumah kepada Kementerian PUPR.

“Saya akan terus cek dan kontrol perkembangan pembangunan rumah-rumah yang rusak. Sesuai Inpres No. 5 tahun 2018 pembangunan kembali rumah dan fasilitas rusak harus cepat selesai agar segera berfungsi dan kehidupan masyarakat kembali jalan normal. Masyarakat harus didampingi ahli konstruksi gempa dan mempercepat pembangunan kembali rumah sebelum musim hujan tiba. Saya juga ucapkan terima kasih bagi relawan, dan institusi terkait penanggulangan bencana, atas apresiasi dan kerja kerasnya dalam NTB membangun kembali,” pesan Jokowi.

Untuk diketahui, progres pekerjaan Kementerian PUPR melakukan perbaikan dan pembangunan kembali pascabencana, antara lain jalan dan pembersihan jembatan, longsoran di Km 60-64, Km 100 sudah selesai. Dari 12 yang diperbaiki, 10 jembatan sudah selesai di Kali Padet, Panggung, Lokok Koangan, Sapit II, Embar-Embar, Sokong A, Lempenge I, Luk I, Sidutan dan Segundi. Fasilitas publik 972 dilaporkan rusak, 291 terverifikasi dan 56 sedang dikerjakan. Rumah masyarakat 11.392 rusak ringan, 3.556 rusak sedang, 17.769 rusak berat. Ditargetkan fasilitas umum dan publik selesai akhir tahun 2019, dan sementara ada bangunan darurat untuk rumah sakit/puskesmas, sekolah, pasar, masjid/musholla untuk menjamin aktivitas masyarakat berlangsung normal.

Pada rilis tersebut juga dikatakan, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dalam laporannya mengaku, saat ini juga sedang dilakukan mobilisasi penempatan fasilitator dan pelatihan fasilitator untuk pembuatan rumah RISHA di 20 lokasi untuk percontohan bagi masyarakat. Serta mendukung percepatan depo bangunan akan dibangun di lokasi-lokasi strategis kecamatan, dengan harga terjangkau. Karenanya, ditargetkan 6 (enam) bulan kedepan akan selesai dengan cara swakelola dan gotong royong.

Sementara itu, Kepala BNPB Willem Rampangilei menyatakan, verifikasi data rumah rusak masih terus dilanjutkan sesuai arahan Presiden. Meskipun, belum semua mendapatkan dana stimulan, tetapi masyarakat sudah semangat membangun NTB kembali dan ditargetkan akhir bulan September verifikasi tuntas. “Pemerintah sudah beri dana stimulan tahap pertama sebanyak 5.293. Pendataan yang telah diverifikasi kemudian di-SK-kan Bupati lalu pemerintah langsung beri bantuan dalam bentuk tabungan. Prioritasnya untuk rumah rusak berat Rp 50 juta per rumah, bukan per kepala keluarga,” tegas Willem.

Seusai memimpin apel yang dihadiri 2.250 orang terdiri dari unsur TNI, Polri, BNPB, BPBD, BUMN, SKPD di lingkup pemerintah provinsi, kabupaten/kota di NTB, pelajar, dan masyarakat NTB, Presiden mengunjungi rumah salah satu warga yang rusak berat dan dibangun kembali menggunakan metode Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) di Dusun Wadon Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat. Dilanjutkan ke SMPN 6 Mataram, untuk bernyanyi bersama anak-anak korban gempa, dialog dan membagikan buku tulis. Serta mengunjungi RSUD Kota Mataram, yang walaupun gedung belum dapat digunakan namun masih melayani masyarakat yang berobat di dalam tenda. (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed