AMBON,MRNews.com,- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Ambon menghelat Musyawarah Daerah (Musda) ke-3, 22-23 April 2022, untuk mengevaluasi program kerja pengurus sebelumnya sekaligus akan memilih ketua dan pengurus baru periode 2022-2027.
Ketua DPRD Kota Ambon Ely Toisuta saat membuka Musda katakan, PPNI dalam rekam jejaknya, cukup tertata baik dan terarah tinggal bagaimana anggota dan pengurus menjalankannya sesuai aturan yang berlaku. Dengan begitu kualitas perawat mampu bersaing dengan tenaga kesehatan lainnya.
“Cintai profesimu maka orang lain pun akan mencintai apa yang sudah basudara lakukan. Musda ini jadi warna tersendiri. Tapi terpenting adalah program-program kedepan harus disesuaikan kebutuhan masyarakat dengan membuat skala prioritas,” urainya di Pasific Hotel Ambon.
Sebagai wakil rakyat, DPRD menghendaki adanya komunikasi baik dengan PPNI selaku organisasi profesi perawat agar DPRD bisa melihat langsung apa yang jadi kebutuhan perawat untuk dapat diakomodir baik dalam bentuk program maupun kebijakan.
Ketua DPD PPNI Kota Ambon Frederik Fatunlebit, S.Kep, M.Kes katakan, lewat Musda untuk memilih Ketua DPD yang baru ini maka perjuangan mewujudkan tujuan PPNI sebagai satu organisasi profesi dari level pusat sampai tingkat komisariat dapat terwujud dengan baik, berpijak pada landasan utama organisasi yaitu AD/ART.
“PPNI saat ini sementara berproses untuk menjadi suatu organisasi besar dengan harapan dicintai anggota, disayang pemerintah dan disegani profesi lain sesuai visi PPNI. Dengan fokus utama untuk melindungi masyarakat agar memberikan pelayanan yang terbaik,” terangnya.

PPNI Ambon khususnya memiliki perawat terbanyak di Maluku dengan jumlah anggota 3.166 orang, terdiri dari perawat di Rumah Sakit 901 orang dan Puskesmas 199. Artinya, bersama tenaga kesehatan lain, perawat bukan pekerja kelas 2 yang dipandang sebelah mata karena hanya mau bekerja dan melayani sesama dengan hati.
“Dalam penanganan Covid-19, perawat menerima beban kerja berlipat baik di Rumah Sakit (RS) maupun Puskesmas bahkan sering mendapat tugas yang bukan kompetensinya. Belum lagi masalah kesenjangan tunjangan kinerja daerah yang begitu rendah dibanding profesi lain. Ini ragam masalah yang dihadapi perawat dan jadi fokus,” urainya.
Sementara, Ketua DPW PPNI Maluku, Herry Jotlely, S.Sos. M.Kes berharap, proses Musda ini dapat berlangsung dengan baik dan menghasilkan pemimpin yang terbaik bagi PPNI Kota Ambon khususnya, Maluku dan Indonesia umumnya.
“PPNI bertanggungjawab meningkatkan dan memelihara kompetensi perawat agar perawat juga bermartabat, dan harus memberi kontribusi positif dalam mendukung pembangunan kesehatan sekaligus memperjuangkan pembangunan profesi untuk mendapat pengakuan setimpal dari masyarakat bagi pelayanan yang diberikan perawat,” harapnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Musda, Eunike Maelissa, AMK, SKM, M.Kes dalam laporannya menjelaskan, menyongsong Musda pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan ilmiah maupun non ilmiah, seperti workshop pengembangan keprofesian berkelanjutan secara online pada 7 Maret 2022 lalu.
Seminar sehari dengan tema perawat profesional menghadapi Covid-19, secara online dengan narasumber nasional yaitu ketua ikatan himpunan PPPI pusat atau perawat, pencegah dan pengendali infeksi pada 26 Maret 2022. Serta berbagi sehari dengan teman Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ada di sepanjang jalan kota Ambon pada 28 Maret 2022.
“Musda ke-3 ini diikuti 65 peserta yakni utusan 19 komisariat yakni 12 komisariat dari 11 RS di Kota Ambon dan 1 dari RSUD Ishak Umarella-Tulehu, 3 komisariat dari 3 pendidikan tinggi kesehatan, 3 komisariat dari 22 Puskesmas, 1 komisariat dari Balai Kesehatan Paru Masyarakat Maluku, DPD dan dewan pertimbangan daerah PPNI Ambon serta DPW PPNI Maluku,” kuncinya. (MR-02)










Comment