AMBON,MRNews.com,- Beberapa arahan ditekankan Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif untuk diperhatikan jajaran Polresta Ambon diantaranya terkait persoalan lalu lintas, konflik sosial hingga persoalan pungutan liar (Pungli).
Penekanan itu disampaikannya saat memberi pengarahan kepada Kapolresta dan seluruh personel di jajaran Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease di Markas Polresta Ambon, Senin (14/8/23).
“Polresta Ambon adalah barometer dan etalase Kamtibmas di Maluku. Terima kasih karena Sitkamtibmas di wilayah Polresta Ambon aman dan kondusif,” kata Kapolda.
Sebagai wajah Maluku, Polresta Ambon ditekankan untuk memiliki para personel Polri yang handal, dan bisa bekerja dengan baik.
Menurutnya, bila segala sesuatu di Ambon ditangani dengan baik maka akan menjadi tolak ukur bagi Polres lainnya. Sebaliknya apabila tidak ditangani dengan baik maka akan berdampak pada Polresta Ambon.
“Polresta ini membawahi dua wilayah yaitu kota Ambon dan sebagian wilayah kabupaten Maluku Tengah, sehingga personelnya dituntut untuk harus bekerja dengan sungguh-sungguh dan maksimal,” pintanya.
Jajaran Polresta Ambon diingatkan untuk selalu dapat mengantisipasi munculnya konflik sosial yang hingga saat ini masih rawan terjadi di tengah masyarakat.
“Persoalan lainnya yang harus jadi perhatian ialah masalah lalu lintas. Masih terdapat banyak pelanggaran seperti aksi balap liar, kemacetan lalu lintas, dan kecelakaan lalu lintas,” tandasnya.
Persoalan lain, tambah Kapolda, yang harus selalu diantisipasi yaitu aksi premanisme dan pungutan liar (pungli) yang terjadi di kawasan Pasar Mardika, Kota Ambon.
“Masalah lainnya yang harus diwaspadai diantaranya gangguan konvensional seperti miras, narkoba, penganiayaan, pembunuhan, kekerasan seksual maupun KDRT,” ingatnya.
Persoalan lain yang ditekankan yaitu jajaran Polresta Ambon dapat menindak lanjuti program Presisi Kapolri dan program Kapolda Maluku yaitu Basudara Manise.
“Jangan melakukan pelanggaran sekecil apapun. Sebab pasti dampaknya adalah punismen, tindakan disiplin maupun hukum. Namun bila melakukan hal baik dan berprestasi, pasti akan mendapat reward,” terang Jenderal Bintang Dua itu.
Ditegaskannya, tahapan Pemilu 2024 sudah di depan mata, maka yang harus diperhatikan yaitu kondusifitas Kamtibmas. Karena itu perlu membangun komunikasi dengan tokoh pemuda, masyarakat, agama dan tokoh adat.
“Selalu tingkatkan sinergitas dan soliditas dengan rekan-rekan TNI dan instansi terkait. Termasuk bersinergi dengan Babinsa di daerah-daerah,” pungkasnya. (MR-02)







Comment