AMBON,MRNews.com,- Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang dilakukan selama dua pekan di Kota Ambon sifatnya masih himbauan, toleransi dan kompromi. Akan tetapi, ketika diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Senin depan, (22/6) sudah lebih ketat dan tegas.
“PSBB yang kita akan terapkan, betul-betul tegas dan ketat. PKM sifatnya masih himbauan, dengan kompromi, nanti PSBB sama sekali tidak ada. Sebab PSBB ini yang menilai pemerintah pusat. Kalau kita tidak serius, itu juga bagian hasil kinerja dari pemerintah daerah. Maka PSBB akan betul-betul dilakukan seluruh perangkat pendukungnya,” ungkap Walikota Ambon Richard Louhenapessy.
Meski SK Menkes soal PSBB sudah turun sedari 9 Juni, tapi Walikota mengaku, belum bisa berjalan karena aturan jelas harus diatur dengan peraturan pelaksanaan yaitu peraturan Walikota (Perwali). Seperti UU, ketika sudah diundangkan, tidak langsung jalan karena belum ada peraturan pemerintah (PP).
“PSBB sudah Ok, tapi kapan berlaku, diatur dengan peraturan pelaksanaan yaitu Perwali. Diharapkan besok Perwali soal PSBB sudah bisa kita tetapkan. Ada beberapa hari untuk terus kita sosialisasi, tindaklanjut dari pengawasan PKM kita sosialisasi PSBB,” jelasnya di Balaikota, Rabu (17/6).
Karenanya, lanjut Louhenapessy, aspirasi-aspirasi yang disampaikan masyarakat semua diakomodir pemerintah dalam Perwali. Baik soal jam operasional pasar dan lainnya. Sebab PSBB, disadari sebagai sebuah kebijakan yang betul-betul diharapkan bisa menekan laju perkembangan penularan COVID-19.
Untuk bisa mengatasi itu, diakuinya, tidak ada cara lain selain putus mata rantai kontak fisik. Sebab virus ini dibawa dari pergerakan orang. Sehingga kalau orang tidak bergerak, akan berdampak juga untuk proses penularan tidak akan terjadi. Maka dalam PSBB dibatasi betul langkah-langkah itu.
“Jelang PSBB, kita bersyukur sudah melaksanakan PKM walaupun ada kekurangan sana sini. Tapi itu menjadi masukan penting bagi pemerintah kota melengkapi guna PSBB. Memang kita harus tingkatkan sosialisasi. Selain pemerintah, tapi media juga punya tanggungjawab. Maka mari kita sama-sama. Sebab COVID ini tidak pilih-pilih. Siapapun tidak disiplin akan terjangkit,” tukasnya.
Kalau PSBB sukses, dirinya berharap bisa menekan perkembangan penularan COVID agar tidak sampai pada R0 2,2 tapi 1,2 sekian dan itu keberhasilan bersama. Jika tidak, langkah-langkah akan terus diambil. Sebab ini akan dievaluasi kementerian kesehatan secara periodik.
“Kata kuncinya ada tiga syarat untuk mau berhasil. Syarat pertama itu disiplin, disiplin dan disiplin. Disiplin pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Kalau itu bisa kita laksanakan, saya rasa pasca Juni ini kurva kasus penularan bisa kita turunkan,” tutupnya. (MR-02)










Comment