by

Pertumbuhan Ekonomi Maluku Enam Tahun Terakhir Cukup Fluktuatif

AMBON,MRNews.com,- Dalam enam tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Maluku cukup fluktuatif, sempat menyentuh angka 7,2 persen pada tahun 2012 dan turun sekitar 2 persen menjadi 5,3 persen pada tahun 2013 dan naik lagi pada 2014 dengan pertumbuhan sebesar 6,7 persen.

Setelah itu pada tahun 2015-2017 pertumbuhan ekonomi Maluku relatif stabil pada kisaran angka 5,0 persen kestabilan pertumbuhan ekonomi ini mengindikasikan bahwa perekonomian Maluku berada pada tingkat pertumbuhan yang cenderung moderat jika dibanding dengan provinsi lain di Indonesia khususnya di Kawasan Timur Indonesia.

“Kalau kita lihat rata-rata pertumbuhan ekonomi Maluku lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional namun ini tidak mengindikasikan bahwa kualitas pertumbuhan ekonomi Maluku lebih baik dibuktikan dengan adanya pengangguran, kemiskinan relatif tinggi, investasi yang masih rendah disparitas antar wilayah masih tinggi serta PDRB perkapita yang masih rendah,” ujar Kepala Lab Penelitian, Pengkajian dan Pelatihan Ekonomi (LPPE) fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura, Dr Teddy Christianto Leasiwal dalam paparannya di seminar forum ekonomi Kementerian Keuangan di Santika Hotel, Selasa (13/11/18).

Kondisi ekonomi makro dan keuangan daerah provinsi Maluku kata Leasiwal, pertumbuhan ekonomi triwulan I-2018 mengalami kontraksi sekitar -1,66 persen terhadap pertumbuhan triwulan IV 2018 dari 17 lapangan usaha hanya 6 yang tidak mengalami kontraksi, sisanya mengalami kontraksi. Dibandingkan antara pertumbuhan pada triwulan I-2018 dengan triwulan I 2018 ekonomi Maluku tumbuh 5,25 persen. Pada triwulan I 2018 dibanding dengan triwulan II 2017 ekonomi Maluku tumbuh 5,47 persen. Bila dibandingkan antara triwulan II 2018 dengan triwulan I 2018, ekonomi tumbuh 2,42 persen, pertumbuhannya lebih baik dari triwulan I 2018 terhadap triwulan IV 2017.

Dijelaskan Leasiwal, pertumbuhan terjadi di hampir seluruh lapangan usaha dimana administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib merupakan lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 5,03 persen konsumsi sektor pemerintah pada triwulan I 2018 sebesar 4.5679.968,54 dari total PDRB sebesar 10.270.612,90 atau sekitar 46% berarti sektor pemerintah masih mendominasi kegiatan perekonomian di Maluku.

“Pada triwulan II 2018 konsumsi sektor pemerintah sebesar Rp 4.981.018,04 dari total PDRB Rp 10.588.107,92 atau sekitar 47 persen. Pengeluaran sektor pemerintah sangat dominan dan sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi,” terangnya.

Menurut Leasiwal, rata-rata pertumbuhan ekonomi antar Kabupaten/Kota di provinsi Maluku tahun 2012 sampai 2018 memiliki laju pertumbuhan sangat cepat di atas 6 persen dibandingkan beberapa kabupaten kota lainnya, yaitu untuk Kota Ambon 6,56 persen, Kota Tual 6,31 persen, Kabupaten Maluku Tenggara 6,08 persen, Kepulauan Aru 6,20 persen, Maluku Tenggara Barat 6,17 persen dan Maluku Barat Daya 6,90 persen dengan laju pertumbuhan. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed