AMBON,MRNews.com,- Beberapa waktu terakhir ini, Kota Ambon terus diguyur hujan lebat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta siaga untuk menangani terjadinya bencana serta mendeteksi titik bencana, baik tanah longsor maupun banjir. Sesuai data BPBD, hingga pertengahan bulan Mey tahun 2018, di kota Ambon terdapat dua titik longsor, tepatnya di kecamatan Sirimau dan kecamatan Nusaniwe.
“Sesuai data yang ada dari tanggal 3 sampai 18 Mey, terdapat dua titik longsor, satu di Sirimau tepatnya di kawasan Galunggung, dengan antisipasi bencana 6 titik meliputi 10 KK dan 42 jiwa. Dan satu di kecamatan Nusaniwe, tepatnya desa Urimesing ada 7 KK yang lapor, dengan titik antisipasi bencana 6 meliputi 10 KK dan 37 jiwa. Banyak antisipasi, karena sudah ada informasi dari tim dan masyarakat,” tandas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Ambon, David Passal kepada awak media di ruang kerjanya, Jumat (18/5/2018).
Adapun kata Passal, setelah mendapat laporan, administrasi dan data pendukung lainnya untuk bantuan, maka karena sifatnya kedaruratan maka BPBD sudah memberikan logistik pada dua titik tersebut berupa 12 terpal untuk 7 KK di desa Urimesing, serta Galunggung berupa terpal dua buah, karung 30 buah dan sekop. Ada pula akibat hujan membuat kerusakan ringan pada satu rumah di kelurahan Silale, robohnya pohon bambu di Batu Merah Dalam, longsor pada sebagian badan jalan di desa Naku dan dua lagi di desa Latuhalat sesuai laporan yang didapat.
“Kita akan tindaklanjuti dengan distribusi logistik bila ada laporan masyarakat/tim tangguh disertai data keterangan dari RT atau Lurah setempat serta bukti dokumentasi bencana. Supaya tertanggungjawab dan tepat sasaran. Biasanya kita juga turun langsung. Kita ajak masyarakat kalau ada bencana, segera lapor sehingga tertangani. Saling membantu istilahnya. Kita juga terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk penanganan bencana, karena BPBD tidak bisa kerja sendiri. Tetapi prinsipnya BPBD selalu siaga dan akan tanggap di musim penghujan ini,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Ambon, Demy Paais mengungkapkan, terhadap cuaca saat ini, masih dalam tahap status siaga darurat bencana, belum darurat. Sehingga penangannya baru sebatas jangka pendek berupa pemberian terpal, karung, sekop dan sebagainya. Bila sudah masuki status darurat dengan terjadinya longsor dan banjir besar dimana-mana, maka akan ditangani masif melibatkan SKPD Pemkot Ambon terkait seperti Damkar, Dinsos dan Satpol PP, juga BMKG maupun BPBD Provinsi.
“Stok logistik kita untuk saat ini ada. Masih cukup meski juga menggunakan sisa dari 2017. Logistik tentu harus tersedia, tidak boleh kurang atau kosong, karena dibutuhkan ketika ada bencana. Perencanaan setahun dan itu sudah jelas ketersediaannya di 2018 siap/ada. Tidak bisa menerka bencana kapan datang, tetapi antisipasi penting. Kita berdoa semoga tidak ada bencana alam longsor dan banjir tahun ini seperti sebelumnya. Maka masyarakat yang tinggal di lereng gunung dan sungai, diminta tetap waspada, siaga dan tanggap,” demikian mantan Kasatpol PP Kota Ambon itu. (MR-05)










Comment