AMBON,MRNews.com,- Persoalan rusuh di Papua-Papua Barat beberapa hari terakhir ini sebagai akibat dari tindakan rasisme yang dialami mahasiswa Papua di sejumlah daerah dan viralnya video Ustad Abdul Somad (UAS) di media sosial yang menyinggung tentang salib hingga berujung pelaporan oleh berbagai pihak ke kepolisian, turut mendapat perhatian dari pemerintah kota (Pemkot) dan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) kota Ambon.
Usai dilakukan pertemuan dua hari lalu di ruang walikota, kali ini Forkopimda mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, camat, lurah, kepala desa/kepala pemerintahan negeri/BPD/saniri negeri dan ketua RT/RW se-kota Ambon dalam rapat koordinasi (Rakor) menyikapi dua persoalan tersebut dan agenda-agenda kota terdekat lainnya di hall Maluku City Mall (MCM), Jumat (23/8/19). Selain Walikota, Dandim dan Wakapolres, hadir pula Wakil walikota Ambon Syarif Hadler, ketua PN Ambon, kepala Kejari Ambon dan pimpinan umat beragama serta sekretaris kota.
Pada kesempatan itu, Walikota Ambon Richard Louhenapessy katakan, Rakor ini wujud dari tanggungjawab dan kepedulian bersama untuk membangun kota Ambon. Maka perlunya terus membangun komunikasi diantara Forkopimda termasuk bersama elemen paling bawah di tingkat desa/kelurahan. Sehingga info-info yang didapat harus dari sumber yang sama dan jelas, agar tidak berujung hoax alias kabar tidak benar. Sebab ketika adanya miss informasi, maka bisa saja menimbulkan distorsi ditengah masyarakat yang mengancam keutuhan bangsa dan berujung konflik interest.
Karenanya, paparan dari Forkopimda khususnya Dandim dan Polres menurut walikota, sangat penting diketahui guna memproteksi diri agar tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal negatif yang bisa merusak kehidupan, supaya juga nantinya bisa diteruskan ke semua masyarakat di lingkungan masing-masing. Serta semakin memperkuat komunikasi dan koordinasi.
“Kita yakin bahwa kota Ambon tidak mudah terprovokasi dan terpancing dengan dengan isu apapun karena sudah punya pengalaman masa lalu dalam menjalani konflik sosial yang sangat tidak mengenakan. Apalagi semua kita saat ini ingin menghadapi masa depan dengan sukacita terutama melihat Ambon terus maju. Masyarakat dan semua pihak harus tenang, bijak menghadapi masalah apapun. Lewat sinergitas dan kerjasama, saya yakin semua akan berjalan baik dan aman,” pesannya.
Sementara, Komandan Kodim (Dandim) 1504/Ambon Letkol Inf Cecep menegaskan, kota Ambon harus damai selamanya. Karena itu, TNI siap untuk memback up Polri untuk menjaga dan memastikan keamanan di tengah-tengah masyarakat tetap terjaga. Sebab harapannya kejadian di Papua dan beberapa daerah di Jawa tidak terjadi di Ambon khususnya dan Maluku pada umumnya. “Mari menjadi agen-agen intelijen untuk wilayah masing-masing guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tukasnya.
Wakapolres Pulau Ambon dan Pp Lease, Kompol Ferry Mulyana Sunarya menambahkan, Polri khususnya Polres Ambon senantiasa mengajak seluruh elemen masyarakat baik tokoh agama, tokoh masyarakat, camat, lurah dan stakeholder dibawahnya hingga RT/RW untuk menjaga keamanan dan ketertiban, sebab semua hal tercipta dari internal. Polri yang siap diback up TNI serta pemerintah tentu memastikan keamanan masyarakat tetap terjamin.
“Masyarakat tidak boleh terpengaruh dengan provokasi via media sosial dan lainnya yang mengandung hoax, isu SARA dan sebagainya. Harus bijak dengan mengecek ke pemerintah, Babinsa atau Bhabinkamtibmas. Perkuat semangat gotong royong, musyawarah, pela gandong serta komunikasi diantara satu dengan lainnya. Hindari hal-hal yang tidak diinginkan. Soal keamanan, berikan kepercayaan penuh kepada Polri dan TNI,” ungkapnya. (MR-02)










Comment