AMBON,MRNews.com,- Harapan sebagian masyarakat agar bandara Pattimura dan pelabuhan Yos Soedarso Ambon ditutup sementara waktu bagi arus penumpang ditengah meningkatnya angka positif Covid-19 di Maluku saat ini, ditanggapi dingin Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.
Walikota Ambon Richard Louhenapessy katakan, bagi Pemkot, langkah menutup atau istilahnya karantina pelabuhan dan bandara di Ambon dari arus penumpang untuk sementara tidak akan dilakukan. Alasan utamanya, Ambon sebagai ibukota provinsi. Dimana orang yang datang ke Maluku harus melalui kota Ambon.
Namun, pihaknya jelas akan memperketat pengawasan dan pemeriksaan terhadap arus penumpang baik di bandara maupun pelabuhan. Termasuk berkoordinasi dengan provinsi untuk bersinergi akan hal itu. Sebab apa yang sudah dilakukaan saat ini, dipandang sudah cukup maksimal dan akan terus ditingkatkan.
“Jadi tidak mungkin untuk kita tutup dia secara utuh. Karena lewat Ambon, orang pergi ke Maluku Tengah, Buru, Seram, Tual sehingga kita memang mesti lebih diperketat pengawasannya itu baik untuk pelabuhan maupun bandara,” jelas Louhenapessy kepada media ini via seluler, Selasa (14/4).
Diakuinya, saat ini proses ketat sudah berjalan, termasuk orang yang tiba sedari 29 Maret sudah dikarantina dilokasi yang disediakan pemerintah. Semua penumpang yang datang mengisi formulir identitas lengkap dan tujuan, diperiksa kesehatan. Warga yang bukan ber-KTP Ambon dibawa ke pusat isolasi terpadu, tapi ber-KTP Ambon ke rumahnya isolasi mandiri.
“Ber-KTP Ambon ini yang nanti kita akan isolasi mereka. Selama ini khan habis perjalanan, isolasi di rumah. Tapi mereka ternyata keluar juga kemana-mana. Tidak bisa. Kita langsung pendekatan untuk nanti tertibkan mereka saja pada sekolah-sekolah yang sudah kita siapkan. Jadi sekarang sudah ketat itu untuk arus masuk orang. Tapi tetap harus lebih diperketat lagi,” tukasnya.
Terpisah, Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Maluku Kasrul Selang katakan, ada dua rekomendasi DPRD yang pemerintah provinsi belum bisa penuhi. Yakni menutup pelabuhan Yos Soedarso dan membatasi pintu-pintu keluar ke Kabupaten/Kota. Sebab tidak mudah untuk menutup atau membatasi pintu-pintu ini. Dimana untuk provinsi harus menyeluruh, tak hanya satu dua daerah.
“Tadi katong bahas panjang lebar dengan DPRD, belum selesai. Jadi belum bisa disampaikan. Nanti sudah selesai baru. Katakan misalnya kalau katong batasi pelabuhan Yos Soedarso Ambon, jangan-jangan nanti justru pelabuhan lain yang terjadi penumpukan. Jadi kalau mau tutup yah tutup semua. Seng boleh masuk. Kalau katong provinsi punya kebijakan, seng mungkin tutup cuma Ambon saja, Tual-Malra. Harus semua, begitu,” jelas Kasrul di kantor Gubernur Maluku, Selasa (14/4). (MR-02)







Comment