AMBON,MRNews.com,- Peresmian Lapak “To Si Nyinga” di Ternate – Maluku Utara menjadi rangkaian penutup usai perayaan Natal Sinode GPM di Klasis Ternate, Sabtu (22/1/22).
Rangkaian acara peresmian diawali dengan kebaktian yang dipimpin Pendeta Fileks Talakua. Talakua berpesan, Tuhan memberi talenta bagi GPM dan melalui Klasis Ternate sebagai bagian dari tubuh Kristus sehingga Lapak “To Si Nyinga” akan diresmikan dan digunakan untuk pelayanan dan pemberdayaan umat.
“Sebagai gereja dan pelayan, ada potensi atau talenta yang Tuhan berikan bagi kita untuk mengelola dan bertanggungjawab terhadap aset gereja, sekalipun perlu diakui juga ada banyak diantara kita yang menyia-nyiakan potensi itu,” sebut Talakua dalam khotbahnya.
Ketua panitia peresmian, Robert Wasia menjelaskan, nama “To Si Nyinga” diambil dari Bahasa Ternate yang secara harfiah berarti “Kita Ingat”. “Jadi kalau di Ambon menggunakan “Beta/Katong” (Saya), di Ternate “Kita”, jelasnya.
Ketua MPH Sinode GPM Pendeta E.T Maspaitella mengaku, GPM memiliki satu kelompok bina umat yaitu Warga Gereja Profesi (WGP). WGP itu supaya GPM dapat melibatkan potensi sumber daya umat dengan keahlian atau kapasitas sesuai profesinya untuk membantu tugas pelayanan Gereja.
“Langkah MPK Klasis Ternate dalam rangka mempercayakan warga gereja profesi adalah bagian dari cara itu”, imbuhnya.
Sesuai namanya, MPH dan terutama masyarakat juga kata dia, akan ingat untuk datang belanja disini dengan memanfaatkan seluruh jasa ini.
“Kita bersyukur karena dalam seluruh langkah menata pelayanan bergereja di awal tahun ini, Lapak “To Si Nyinga” bisa diresmikan sekaligus sangat berhubungan langsung dengan seluruh usaha MPH Sinode dalam meningkatkan taraf ekonomi rumah tangga warga jemaat,” ungkapnya.
Karena itu, diharapkan ada pengawasan dan pembinaan MPK Ternate dalam seluruh pelaksanaan usaha disini. Sementara bagi para pelaku usaha yang memanfaatkan lahan dan lapak ini, diharapkan usahanya juga akan berimplikasi bagi rumah tangga masing-masing tapi juga bagi pelayanan kepada semua orang.
“Kita akan memanfaatkan semua aset yang ada termasuk di Provinsi Maluku, supaya aset-aset GPM itu tidak menjadi aset-aset yang “tidur”. Dia menjadi aset aktif yang dapat meningkatkan mutu layanan gereja di masyarakat,” tandas Maspaitella.
Ditegaskan, ada pemberian bantuan dari donatur kepada MPH Sinode yang ditujukan kepada mahasiswa-mahasiswa asal Maluku Utara yang sedang studi di Ambon dan diluar Ambon. Pemberiannya sesuai data dari 4 Klasis di Maluku Utara.
“Semoga ini bisa membantu teman-teman mahasiswa menyelesaikan studi tapi juga membantu orang tua untuk irit. Beasiswa ini akan terus diberikan tiap semester. Harapannya, ada bukti penyerahan dan penerimaan melalui kwitansi pembayaran uang kuliah yang diserahkan ke MPH untuk dilampirkan sebagai laporan kepada donatur,” pungkasnya.
Turut hadir dalam acara ini, Barnabas N Orno Wakil Gubernur Maluku, Lucky Wattimury Ketua DPRD Maluku sekaligus sebagai Ketua Warga Gereja Profesi (WGS) Sinode GPM, Bodewin Wattimena Ketua Panitia PHBG Sinode GPM dan Ketua-Ketua Klasis seGPM. (MR-02)







Comment