AMBON,MRNews.Id.- Sistem pembayaran tiket angkutan Ferry dengan cara daring oleh PT ASDP Cabang Ambon perlu di kaji ulang. Bagaimana tidak, sejak pemberlakuan sistem Daring, banyak masyarakat yang terhambat melakukan aktivitas.
Andre, salah satu pengguna jasa mengaku resah dengan pemberlakuan sistem baru ini, menurutnya, perubahan yang dilakukan mesti ada efek meringankan bukan memberatkan dari sisi tarif, serta harus lebih cepat dan efesien bukan malah menghambat.
” Saya tidak mengerti apakah tujuan tiket daring ini untuk mempermudah atau malah sebaliknya? Karena kalau mempermudah harga tiket tidak akan naik, ini sangat memberatkan,” katanya Kecewa
Menurut Andre, perubahan sistem baru mestinya disosialisasi terlebih dulu agar diketahui sehingga masyarakat tidak merasa kaget dan kaku, yang pada akhirnya akan terjadi kesalahpahaman antara pengguna jasa dan petugas di lapangan.
Demikian pula, Ibu Ira menyampaikan kekecewaannya, lantaran dirinya telah memesan tiket melalui online, namun saat dilapangan, ada mobil yang sudah ada dijalur depan, padahal dirinya sudah memesan lebih awal melalui online.
“Kita pesan tiket tapi saat di lapangan kok ada kendaraan yang sudah lebih dulu? Kenapa begitu? Padahal kita tau dengan sistem ini pasti cepat, tapi ternyata malah menghambat dan bisa saja terjadi hal hal yang tidak diinginkan, ” jelasnya.⁹
Sementara itu, Kadis Perhubungan, Muhammad Malawat dikonfirmasi terkait masalah ini mengatakan,sistem ini untuk mempermudah masyarakat pengguna kapal penyeberangan dalam merencanakan perjalanan.
Masyarakat dapat memesan tiket sebelum tiba di pelabuhan sehingga tidak perlu lama antri.
“Progres cukup baik karena di Galala dan Namlea sudah seratus persen , Waipirit 82 persen dan Hunimua 35 persen , karena terkendala internet. Pada saat libur, banyak pengunjung di Pantai Liang sehingga mempengaruhi penggunaan internet
” Saya harap masyarakat bisa menyesuaikan dengan penerapan sistem ini dan lama.kelamaan pasti akan terbiasa,” tutup Malawat. (**)











Comment