by

Penduduk Miskin Maluku Per September 2018 Menurun 0,27 Persen

-Maluku-1,461 views

AMBON,MRNews.com,- Tingkat kemiskinan atau persentase penduduk miskin di Provinsi Maluku pada periode 2014-2018 menunjukkan trend semakin menurun dari waktu ke waktu kecuali periode September 2014-Maret 2015 dan Maret 2016-September 2016. Namun, bila dibandingkan antara periode Maret 2018 ke September 2018 terjadi penurunan persentase kemiskinannya sebesar 0,27 persen poin.

“Jumlah penduduk miskin di Maluku pada September 2018 sebanyak 317,84 ribu jiwa atau 17,85 persen. Jika dibandingkan dengan periode Maret 2018 jumlah penduduk miskin mengalami penurunan sebanyak 2,2 ribu jiwa, sedangkan dari sisi persentase tingkat kemiskinan di Maluku pada September 2018 juga alami penurunan sebesar 0,27 persen poin,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Dumanggar Hutahuruk dalam keterangannya kepada media di kantor BPS Maluku, Passo, Selasa (15/1/19).

Pada periode Maret-September 2018, kata Hutahuruk, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeke Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecendrungan menurun. Ini mengindikasikan di periode itu rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin dekat di bawah garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga berkurang. “Dalam lima tahun terakhir Maret 2014 sampai September 2018, presentase penduduk rata-rata pengeluaran per bulannya dibawah garis kemiskinan atau disebut penduduk miskin berkurang 1,28 persen poin,” ujarnya.

Bila dibedakan menurut daerahnya, lanjut dia, jumlah penduduk miskin daerah perdesaan Maret 2014 sampai September 2018 meningkat 4,64 ribu jiwa. Sedangkan di daerah perkotaan, jumlah penduduk miskin menunjukan penurunan sebesar 2,91 ribu jiwa. Dari segi persentase penduduk miskin di daerah perdesaan September 2018 masih tinggi yaitu 26,61 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding persentase penduduk miskin di daerah perkotaan yang hanya 6,15 persen.

“Periode Maret 2014 sampai September 2018, presentase penduduk miskin di perdesaan meningkat 0,33 poin sedangkan di perkotaan, menurun 1,65 poin. Atau penduduk miskin di perdesaan September 2018 itu 270,92 jiwa, menurun 3,3 ribu dibandingkan Maret 2018 274,19 ribu jiwa. Tingkat kemiskinan di perdesaan di Maluku September 2018 26,61 persen menurun dibandingkan Maret 2018 26,64 persen. Dan penduduk miskin di perkotaan September 2018 tercatat 46,92 ribu jiwa, meningkat 1,03 ribu jiwa dari Maret 2018 45,89 ribu jiwa. Tingkat kemiskinan di perkotaan di Maluku September 2018 6,15 persen, lebih rendah dibanding Maret 2018 6,22 persen dan September 2017 6,58 persen,” tukasnya.

Besar kecilnya jumlah penduduk miskin lanjut Hutahuruk, sangat dipengaruhi garis kemiskinan karena penduduk miskin itulah penduduk yang rata-rata pengeluaran per bulan di bawah garis kemiskinan. Dimana selama Maret 2018 sampai September 2018, garis kemiskinan Maluku naik 3,88 persen dari Rp 456.457 per kapita per bulan Maret 2018 menjadi Rp 474.173 per kapita per bulan di September 2018. Dengan memperhatikan komponen garis kemiskinan yaitu garis kemiskinan makanan (GKM) dan garis kemiskinan non makanan (GKNM) maka peranan komoditi makanan lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan.

“September 2018, sumbangan GKM untuk GK sebesar 76,17 persen. Masih besarnya porsi makanan dalam struktur pengeluaran penduduk karena karakteristik penduduk miskin yaitu penghasilan penduduk lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan paling dasar seperti makanan dan minuman daripada hal lain seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, pakaian, hiburan dan investasi,” tutupnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed