AMBON,MRNews.com,- Puluhan pemuda/i dari sejumlah organisasi di Kota Ambon mendapat pelatihan dasar bagaimana menjadi pemimpin yang berkarakter dan berintegritas.
Pelatihan yang diinisiasi Yayasan Sofiela Karya Mandiri (SKM) ini menghadirkan pakar kepemimpinan, Dr. Drs. Doddy Siwabessy, M.Si dan Sosiolog asal Fisip Universitas Pattimura (Unpatti), Dr Paulus Koritelu, Sabtu (29/7).
Roy Paliama, Ketua Yayasan Sofiela Karya Mandiri katakan, pelatihan ini dibuat pihaknya dengan maksud menyiapkan dan membentuk pemuda/i di Kota Ambon sebagai calon pemimpin masa depan daerah dan bangsa yang harus memiliki karakter kuat dan terutama berintegritas.
“Diharapkan mereka yang terlibat bisa juga menjadi agen of change terhadap pemuda dan masyarakat di sekitarnya. Sebab perubahan juga ditentukan dari leader,” tandasnya.
Sementara, Dr Dody Siwabessy kepada para peserta menegaskan, jadi pemimpin itu harus punya pengaruh lewat ide dan gagasan. “Pemimpin yang besar dimulai dengan ide, dari ide itu muncul keputusan,” ingatnya.
Lebih lanjut kata Siwabessy, seorang pemimpin juga harus mampu jadi decision making atau pengambil keputusan. Maka itu, generasi muda sebagai komponen terbesar dan penting yang harus disiapkan jadi calon pemimpin kedepan yang berkarakter dan berintegritas.
“Kita bisa bicara soal pemimpin. Tapi pemimpin yang berkarakter dan berintegritas itu sulit. Karakter berkaitan erat dengan integritas. Sebab banyak hal yang terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini katong jadi krisis kepemimpinan dan kepercayaan,” urainya.
Karena itu, pemuda harus disiapkan sejak awal lewat pelatihan semacam ini agar mereka memiliki nilai-nilai kepemimpinan yang lebih baik. Sebab kepemimpinan itu bagian dari ilmu tapi juga seni yang harus dikelola dengan baik oleh generasi muda.
Salah satu peserta dari AMGPM ranting Euanggelion Cabang Eirene, Chris Lesnussa mengapresiasi kegiatan pelatihan dasar kepemimpinan yang diinisiasi Yayasan Sofiela Karya Mandiri.
Karena memang di level pemuda saat ini harus diakui sudah krisis kepemimpinan yang berintegritas.
“Semoga kegiatan ini dapat mendatangkan manfaat bagi kami, untuk membentuk kapasitas diri kami sebagai calon pemimpin Gereja, daerah dan bangsa kedepan yang harus berkarakter kuat dan memiliki integritas,” pungkasnya. (MR-02)











Comment