AMBON,MRNews.com.- Pemerintah Provinsi Maluku dan BPJS Kesehatan teken kerjasama Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) melalui penandatanganan Memorendum of Understanding (MoU) Perjanjian Kerjasama Integrasi Jaminanan Kesehatan Daerah (Jamkesda) pada progran Jaminan Kesehatan Nasional antara pemerintah Provinsi Maluku dengan BPJS Kesehatan Cabang Ambon. Yang digelar di Ruang rapat lantai dua Kantor Gubernur Maluku (28/05)
Penandatanganan ini dihadiri oleh Plt. Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua, Sekda Provinsi Maluku, Hamin bin Thahir, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Afliana Latumakulita serta beberapa SKPD yang terkait dalam penyusunan perjanjian kerjasama ini.
Plt. Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua dalam sambutannya menyatakan, apresiasinya terhadap BPJS Kesehatan Cabang Ambon yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Maluku untuk menjamin dan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Saya mengapresiasi atas kerjasama BPJS Kesehatan Cabang Ambon dengan Pemerintah Provinsi Maluku untuk menjamin dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan penandatanganan perjanjian kerjasama ini diharapkan agar Dinas Kesehatan Provinsi Maluku bersama BPJS Kesehatan Cabang Ambon saling bersinergi dalam menanggulangi peserta jaminan kesehatan yang sedang dan akan mendapatkan jaminan kesehatan secara terpadu.” Ungkapnya.
“BPJS Kesehatan diharapkan bisa bersinergi dengan pemerintah daerah dalam hal pemenuhan dokter praktik perorangan selain puskemas di wilayah kabupaten/kota diluar kota Ambon. Karena kita ketahui bersama bahwa Propinsi kita adalah kepulauan, sehingga sangat penting masyarakat yang berada dipelosok pulau-pulau terluar juga dapat merasakan manfaat dari Jaminan Kesehatan Nasional ini.”
Sahuburua juga meminta agar BPJS harus proaktif dengan datang langsung kepada pimpinan daerah
ada tantangan berat tetapi ada juga harapan. Kalau hanya bertumpu di Ambon Ambon tidak akan berkembang, alangkah baiknya tertuju pada tiga kabupaten, Malra, SBT, dan Kepulauan Aru. dari segi kuantitas jumlah orang memang sudah sangat baik tetapi pelayanan belum tentu maksimal.
“Yang dibuat adalah masalah kemanusian, atas dasar itu diharapkan dapat memberikan stimula dan hasrat dalam memperhatikan saudara-saudara di kabupaten terutama di daerah terpencil,” ucap Sahuburua.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon , Afliana Latumakulita juga menerangkan, penandatanganan kerjasama ini merupakan salah satu bentuk peran serta Pemerintah Provinsi Maluku dalam upaya optimalisasi pelaksanaan program jaminan kesehatan nasional sesuai dengan Instruksi Presiden No 8 Tahun 2017.
Sampai dengan 25 Mei 2018, jumlah peserta JKN-KIS di Maluku ini sebanyak 1.325.814 jiwa. Itu artinya masih ada sekitar 500 ribuan penduduk di Maluku yang belum memiliki Jaminan Kesehatan dan perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.
“Kami terus berupaya dengan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk dapat mengejar Universal Health Coverage pada 1 Januari 2019 mendatang atau minimal 95 persen penduduk se Provinsi Maluku memiliki Jaminan Kesehatan Nasional. Tentunya dengan dukungan dari Pemerintah baik Kabupaten / Kota dan Provinsi serta instansi terkait agar dapat mendata dan mengalokasikan anggarannya untuk Jaminan Kesehatan khususnya bagi masyarakat yang tidak mampu.” pungkas Afliana.
Untuk diketahui dalam Kesepakatan tersebut Pemerintah Provinsi Maluku mengintegrasikan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) ke Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sebanyak 16.880 jiwa yang tersebar di 11 Kabupaten/kota di Provinsi Maluku. ( MR-06)











Comment