by

Pemprov Apresiasi Kinerja Tim Relawan Jemput Bola KTP-el

-Maluku-1,374 views

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku memberikan apresiasi kinerja tim relawan jemput bola gotong royong perekaman dan pencetakan KTP-el Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang telah membantu perekaman dan pencetakan KTP-el di Provinsi Maluku.

Sebagai bentuk apresiasi kepada tim, pemerintah meminta dengan tegas Dinas Dukcapil Provinsi Maluku dapat mengembangkan inovasi lokal sesuai histori dan budaya orang Maluku, seperti kegiatan Masohi KTP-el yang dalam bahasa daerah artinya Gotong Royong KTP-el. Sekaligus menjadi komitmen setiap pimpinan daerah dalam mewujudkan pelayanan bermutu, sehingga layanan KTP-el menjadi lebih baik.

“Keberadaan tim ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan cakupan perekaman KTP-el di Maluku dengan jumlah perekaman dan pencetakan KTP-el masih di bawah angka 85 persen. Yakni di kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Seram Bagian Timur (SBT), Kota Tual dan Maluku Tenggara,” kata Sekretaris Daerah Maluku, Hamin bin Thahir lewat staf ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Halim Daties saat penyambutan sekaligus pelepasan tim relawan di Aula Kantor Dukcapil Provinsi Maluku, Sabtu (2/2/19).

Padahal selama ini, kata Sekda, Dinas Dukcapil Provinsi dan Kabupaten/Kota sudah sosialisasi dan pelayanan jemput bola keliling di masyarakat dan berbagai institusi baik pusat maupun daerah, serta melakukan pelayanan KTP-el dilakukan hingga malam hari, namun hasilnya belum maksimal dan masih berada di bawah target nasional. Menyikapi hal tersebut, Dinas Dukcapil Provinsi harus segera melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi guna mengetahui masalah dan solusi pelayanan KTP-el meningkat.

“Berdasarkan data lapangan setelah dianalisa ternyata masalah dan hambatan KTP-el terutama karena faktor geografis dan penduduk, minimnya sarana transportasi darat/laut untuk datangi lokasi warga di daerah terisolasi, rentang kendali antara pusat pelayanan di kabupaten/kota, kecamatan dan desa yang berjauhan, minimnya alat transportasi antar wilayah perdesaan, terbatasnya jaringan internet, minimnya jaringan PLN, perangkat perekaman KTP-el kurang memadai/perlu peremajaan alat, rendahnya SDM dan kurangnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap kepemilikan dokumen kependudukan. KTP-el baru diurus jika ada keperluan yang mendesak,” terangnya.

Untuk menjawab persoalan ini, tambahnya diperlukan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah sehingga persoalan ini dapat teratasi lebih cepat dan kedepannya masyarakat dapat memperoleh pelayanan KTP-el secara mudah,cepat dan berkualitas. “Saya yakin selama beberapa hari ini saudara-saudara sudah bekerja dengan baik dan mengetahui hambatan pelayanan KTP-el kabupaten/kota di provinsi Maluku,” katanya.

Dikatakan, penyambutan dan pelepasan tim relawan gotong royong jemput bola KTP-el menjadi momen penting dan strategis dalam membangun kerjasama produktif antara pemerintah pusat dan daerah guna menumbuhkan semangat gotong royong. “Kegiatan jemput bola KTP-el yang sudah dilaksanakan saat ini, akan terus dilanjutkan,” harapnya. (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed