by

Pemkot Siap Kerjasama dengan BPVP Ambon Latih Para Difabel

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) memastikan siap bekerjasama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Ambon untuk memberikan pelatihan khusus kepada para difabel di Ibukota provinsi Maluku ini.

Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena menjelaskan, hal itu bisa dilakukan sebab ada kewajiban dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) untuk setiap BPVP mengalokasikan dua persen dari peserta pelatihan kepada kaum difabel.

“Ada peluang kita untuk mereka (difabel-red) setelah bersekolah, kita tingkatkan kapasitas mereka lewat pelatihan pada BPVP Ambon,” jelas Wattimena saat puncak perayaan hari disabilitas internasional di Ambon, Selasa (6/12).

Menurutnya, aturan tersebut perlu diapresiasi dan harus dijalani secara sungguh. Bahwa Pemkot pun tidak pernah mengetahui kebijakan atau regulasi yang dibuat bisa berubah-ubah setiap waktu.

Karena itu, dalam kewenangan bisa saja ada kebijakan untuk mengangkat satu atau dua orang difabel menjadi pegawai kontrak di Pemkot, sebagai bentuk pro terhadap keberadaan para difabel.

“Mereka semua punya semangat, motivasi untuk terus berjuang untuk itu. Dan Pemkot tidak tutup mata terhadap mereka, yang walau terbatas namun memiliki kemampuan,” terangnya.

Peringatan hari disabilitas internasional dengan menampilkan karya, ketrampilan dan bakat para difabel mereka ke publik sebut Walikota, bentuk kolaborasi dan sinergi semua pihak baik Pemkot maupun LSM perempuan dan anak.

“Bahkan saat peringatan hari anak nasional 2023 lalu, kami berikan ruang kepada mereka (para difabel-red) ke Balaikota Ambon untuk berjumpa dengan saya, berdiskusi cukup lama. Minimal ada keberpihakan kita kepada mereka dengan memberi ruang dan berupaya membangun inklusi bagi mereka di kota ini,” jelasnya.

Apalagi seiring telah ditetapkannya Perda tentang penyandang disabilitas tambah dia, sangat membuka peluang kerja, akses pendidikan maupun kesehatan bagi para difabel. Dan Perda itu harus diperhatikan dan ditindaklanjuti secara baik oleh OPD Pemkot maupun pihak terkait.

“Kami tidak beda-bedakan. Misalnya ada difabel yang datang ke Puskemas milik pemerintah kota, semua dilayani dengan sama. Bahkan perlindungan terhadap mereka lewat BPJS, juga kami bantu fasilitasi. Implementasinya ada pada OPD-OPD terkait,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed