AMBON,MRNews.Id.- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus memperkuat upaya mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami. Langkah ini penting mengingat kondisi geografis dan catatan sejarah menempatkan Ambon sebagai salah satu wilayah yang memiliki risiko bencana geologi.
sepanjang masyarakat mendapatkan edukasi dan memahami dengan baik bagaimana menyelamatkan diri ketika terjadi gempa bumi dan tsunami,” ujar Wali Kota.
Wali Kota juga mengingatkan bahwa penyediaan sarana mitigasi oleh pemerintah harus diikuti dengan kesadaran masyarakat untuk memahami dan memanfaatkan fasilitas tersebut. Rambu-rambu evakuasi yang telah dipasang perlu diketahui lokasinya, dipahami fungsinya, dan dijadikan pedoman ketika menghadapi keadaan darurat.
Menurutnya, kesiapsiagaan tidak cukup dibangun melalui penyediaan infrastruktur, tetapi harus menjadi kebiasaan bersama. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengetahui adanya ancaman bencana, tetapi juga mampu mengambil keputusan yang cepat dan tepat untuk melindungi diri serta orang-orang di sekitarnya.
Pada kesempatan itu, atas nama Pemerintah Kota Ambon, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada anggota Komisi V DPR RI, Widya Pratiwi Murad, jajaran BMKG dari tingkat pusat hingga daerah, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kegiatan ini turut dihadiri secara daring oleh Widya Pratiwi Murad dan Direktur Sismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Dr. Teguh Rahayu, S.Kom., M.M. Sementara itu, hadir secara langsung Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar, Dr. Nasrol Adil.
Pemkot Ambon berharap Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami Tahun 2026 dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama warga di wilayah sasaran, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, BMKG, dan masyarakat dalam membangun Kota Ambon yang lebih tangguh terhadap bencana. (**)











Comment