AMBON,MRNews.com,- Animo peminat yang cukup tinggi dari warga masyarakat kota Ambon untuk melamar sebagai tenaga kerja (Naker) bidang kesehatan guna bekerja di Australia, membuat perusahaan penyalur tenaga kerja asal Australia, Global Labour Solutions (GLS) bersama pemerintah kota (Pemkot) Ambon sepakat untuk menambah lagi kuota menjadi 50 orang, dari awalnya 30 yang akan ditraining dan dikirim.
Dengan asumsi, 25 tenaga difasilitasi Pemkot dalam pelatihan dan penyaluran, sementara 25 tenaga lainnya menjadi tanggungjawab GLS. Kesepakatan itu yang kemudian membawa Pemkot dan Direktur GLS, Linda Reeves ada dalam penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding bersama terkait program tersebut di ruang rapat Walikota, Selasa (26/3/19), disaksikan direktur badan koordinasi penanaman modal (BKPM) atau IIPC Sydney, Sri Moertiningroem.
“Tahun ini kita persiapkan 25 orang. Ternyata kunjungan GLS ke Ambon, mereka sangat terkesan dan terharu sekali. Lalu GLS (ibu Linda dan Terry) memutuskan menambah lagi 25 orang tenaga untuk pelatihan yang nanti didanai mereka. Sistemnya, tanpa ada bunga. Nanti setelah dia kerja baru mulai dipotong berapa biaya yang dikeluarkan, baik oleh Pemkot maupun GLS. Sebab satu tahun diperkirakan kurang lebih Rp 600-700 juta dia punya gaji dan akan sangat membantu sekali buat devisa kota ini,” ujar Walikota Ambon, Richard Louhenapessy kepada wartawan di Maluku City Mall (MCM), Selasa (26/3/19).
Dikatakan Walikota, awalnya Pemkot sudah membuat perencanaan untuk program penyaluran tenaga kerja muda kesehatan ke Australia sebanyak 25 orang. Dimana tenaga kerja harus memenuhi persyaratan antara lain harus memahami kultur Australia, harus memenuhi standar penguasaan bahasa inggris (aktif). Maka nantinya Pemkot harus melaksanakan training buat mereka sampai dibawah akreditas lembaga bahasa yang disetujui oleh Australia.
Jika nanti hal itu sudah tuntas, langkah selanjutnya mereka akan dikirim namun bertahap. Saat membuka pendafataran hingga ditutup pendaftar capai 80 orang. Bukan saja dari Ambon, tapi juga dari Jakarta, Surabaya, bahkan ada pegawai negeri mau mengundurkan diri guna mengikuti program ini.
“Ini pintu masuk sebetulnya bagi Ambon dan Maluku bisa berakses langsung dengan Australia. Total 50 akan dikirim. Tapi kalau kita sudah dapat, tidak langsung. Misalnya 5 atau 10 syaratnya terpenuhi, kita kirim dulu 10 bertahap sampai 50 orang. Tapi dia harus penuhi standar, bahasa harus 4,5 atau 5 standarnya. Itu yang nanti kita kerjasama dengan lembaga bahasa, dibawah akreditasi Australia,” ujarnya.
Direktur GLS, Linda Reeves menambahkan, pihaknya tertarik, terharu dengan semangat dan potensi anak muda Ambon yang mendaftar di program ini, jauh dari ekspektasi banyak dan besar sekali untuk maju, berkembang lebih baik kedepannya lewat program ini. Karenanya sudah disepakati untuk menambah kuota tahun ini dari 30 menjadi 50 tenaga kerja dan yang dipilih adalah paling terbaik dari terbaik, karena ini pilot program.
“Kalau animo dan semangat tinggi, apalagi jika mereka bagus 40-50 orang, tapi kita cuma bawa 30 orang, khan sayang. Kita utamakan, kalau program pertama berjalan bagus, berarti kita bisa tunjukkan ke dunia luar, Ambon punya potensial bekerja tidak saja di Australia, Amsterdam juga, di dunia luar dan tenaga kerja Indonesia bisa diandalkan. Setelah rekrutmen kita akan lakukan training selama empat minggu, lalu work placement tiga minggu. Kalau sudah lulus complete, sertifikat tiganya maka kita akan urus mereka visa, ijin kerja untuk di Australia dengan kontrak maksimum 2 tahun,” tukas Linda. (MR-02)










Comment