AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan memberikan prioritas utama kepada para nelayan di kota ini untuk menerima Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT-BBM) sebagai dampak kenaikan BBM oleh pemerintah pusat.
Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena katakan, pihaknya sementara menyusun terkait rencana aksi itu berkaitan kuantitas nelayan maupun kebutuhan BBM setiap bulannya. Ini agar bantuan yang akan diberikan tepat sasaran dan tepat manfaat.
“Sementara disusun rencana aksi kita. Kita fokus untuk nelayan. Susun dulu berapa jumlah nelayan, berapa kebutuhan BBM-nya, baru kita bisa bicara nanti kita subsidi sekian liter begitu. Sementara disusun lah rencana itu,” kata Wattimena kepada wartawan di Balaikota, Kamis (15/9).
Menurutnya, semua sementara dilakukan secara pasti dan jelas oleh dinas terkait bersama tim pengendali inflasi daerah (TPID) Kota Ambon. Termasuk apakah pasca nelayan, akan menyasar profesi lain yang terdampak atau tidak seperti sopir angkot.

Sebab tentu kata Wattimena, akan disesuaikan dengan ketersediaan 2 persen dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Ambon sebagai plot subsidi BLT-BBM ke masyarakat.
“Kita coba hitung saja, kalau untuk sopir Angkot, satu bulan Rp 2,8 miliar. Itu langsung dengan hitungan 2 persen dari kita, masa kita hanya ke situ. Jadi nanti kita pertimbangkan secara matang semua profesi atau pun mereka yang terdampak dengan kenaikan BBM,” tegasnya.
Apalagi tambahnya, yang jadi sasaran BLT BBM, bukan subsidi akibat kenaikan tarif Angkot. Karena itu BBM seyogyanya bukan untuk supir Angkot tapi ada nelayan yang harus menggunakan BBM bersubsidi untuk operasi penangkapan di laut.
“Jadi itu nanti diambil dari APBD sesuai dana transfer pusat dalam bentuk dana alokasi umum (DAU) yang telah dialokasi ke APBD, dipotong 2 persen guna alokasi BLT-BBM ke masyarakat terdampak kenaikan BBM,” demikian Wattimena. (MR-02)











Comment