AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon serius menyikapi rencana seruan aksi yang akan dilakukan OKP se-Jabodetabek, terkait tudingan pada Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena yang diduga terlibat dalam kasus Tindakan Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Juru bicara Pemkot Ambon Joy Adriaansz tegaskan, tudingan tersebut berlebihan dan tidak beralasan, serta dapat dibawa ke ranah hukum, karena termasuk dalam pencemaran nama baik.
Sebab tudingan mereka ini menyangkut kasus yang tengah menimpa Owner California Education Center (CEC), Elly Yana, yang terlibat dalam dugaan TPPO di Batam.
“Ini karena CEC sempat jalin kesepakatan dengan Pemkot Ambon dalam perekrutan kandidat yang ingin bekerja di Australia, mereka lantas menyamaratakan semua tanpa menggali info lebih detail. Ini keliru dan masuk dalam pancemaran nama baik terhadap Pak Pj Walikota,” tegas Joy lewat siaran persnya, Senin (4/9).
Ditambahkannya, setelah beredar informasi ditahannya Owner CEC atas dugaan TPPO, Pemkot melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) sudah melakukan klarifikasi bahwasanya masalah yang terjadi di Batam dan di Ambon jauh berbeda.
“Kadisnaker sudah klarifikasi sejak awal ditangkapnya Owner CEC itu lewat beberapa media lokal, bahwa masalah di Batam dan Ambon berbeda. Disana, pelaku menjanjikan untuk dikuliahkan atau disekolahkan di Australia dan New Zealand, namun tujuannya untuk mempekerjakan calon korban. Sementara Ambon, hadirnya CEC hanya untuk rekrutmen calon kandidat yang ingin bekerja di Australia, hal itu sesuai kesepakatan kedua pihak,” bebernya.
Selain dari Kadisnaker, lanjut Joy, Pj. Walikota juga sempat merespons terkait perekrutan calon kandidat pekerja dari Ambon. Manakala proses rekrutmen dan penyaluran calon pekerja migran Kota Ambon mendapat rekomendasi dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
“Proses rekrutmen dan penyaluran calon tenaga kerja Ambon ke Australia mesti mendapat rekomendasi dari BP2MI, kami tidak mungkin melakukan kerjasama sendiri,” urainya meniru pernyataan Pj. Walikotabeberapa waktu lalu.
Apalagi Pj. Walikota saat memberikan keterangan menegaskan bahwa tidak ada korban dari seleksi calon pekerja migran Ambon ke Australia.
“Sejauh ini tidak ada kerugian yang dialami warga Ambon. Pemkot melalui Disnaker masih lakukan penjajakan, belum sampai tahap penyaluran calon tenaga kerja. Pak Penjabat sudah katakan diawal, sekiranya dalam proses ini ada hal-hal dilakukan tidak sesuai kerjasama, maka kerjasama itu bisa dibatalkan,” kuncinya. (MR-02/MC)








Comment