AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dan lima (5) Pemerintah Kabupaten diantaranya Maluku Tengah (Malteng), Seram Bagian Barat (SBB), Seram Bagian Timur (SBT), Buru dan Buru Selatan (Bursel) sepakat untuk membangun rumah atau pusat rehabilitasi narkoba bersama.
Dari kesepakatan itu, Ibukota Maluku Tengah yaitu Kota Masohi dipilih menjadi lokasi pembangunan rumah/pusat rehabilitasi narkoba tersebut.
“Untuk kebutuhan rumah rehabilitasi bagi anak-anak pengguna narkoba, kita sudah bersepakat 6 Kabupaten/Kota untuk kita buat, pusatnya di Masohi Kabupaten Maluku Tengah,” terang Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena di Ambon, Minggu (31/7).
Dalam prosesnya pun akui Wattimena, sudah disepakati ada kontribusi yang akan diberikan dari setiap Kabupaten/Kota tersebut untuk pembangunan rumah/pusat rehabilitasi narkoba yang nantinya diberi nama rumah rehabilitasi Adhyaksa.
“Jadi ada kontribusi dari setiap Kabupaten/Kota untuk pembangunan pusat rehabilitasi disana. Itu juga sudah kita bicarakan. Bahkan namanya nanti rumah rehabilitasi Adhyaksa. Itu khusus generasi muda pecandu narkoba,” urai Wattimena.
Selain itu tambahnya, Pemkot Ambon memberi prioritas utama kedepan untuk diadakannya rumah aman bagi anak korban kekerasan termasuk korban Rudapaksa. Ini untuk melindungi psikologis anak.
Pasalnya, sebagai pemerintah khususnya mesti memastikan bahwa seluruh anak-anak Indonesia termasuk di Maluku dan Kota Ambon ini terlindungi dan tetap terjamin masa depannya.
“Anak-anak ini terlindungi bukan saja soal melindungi mereka dari kekerasan saja tetapi mereka diberikan ruang, kesempatan bagi mereka untuk bertumbuh, berkembang secara aman dan nyaman. Soal kekerasan terhadap anak ini memang harus kita lawan bersama,” tegasnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kata Wattimena, tidak kompromi dengan perilaku-perilaku kekerasan terhadap anak termasuk kekerasan seksual. Karena itu seluruh perilaku kekerasan seksual terhadap anak patut dilawan dan kutuk.
“Tidak boleh terjadi (kekerasan seksual terhadap anak). Tugas kita adalah menjaga, melindungi anak-anak agar mereka menjadi generasi muda harapan bangsa yang pada waktunya nanti mereka akan memimpin bangsa, negara dan kota ini,” jelasnya.
“Maka mereka harus diberi ruang yang cukup untuk bisa menikmati pendidikan, Kesehatan, kebebasan, berekspresi, terus bertumbuh dan berkembang. Maka itu kita harus jaga dan lindungi,” sambung Wattimena.
Kalau itu bisa dilakukan tambahnya, maka suatu saat Indonesia, Maluku dan Kota Ambon akan maju. Sebab diharapkan generasi muda yang menjadi harapan bangsa adalah generasi muda berkualitas, yang dididik, dijaga dengan baik.
“Selain pendidikan formal, kita berusaha membina, edukasi keluarga. Agar dari keluarga, kita bisa mendidik, membesarkan anak-anak dengan baik, menjadi tempat yang nyaman bagi mereka. Kalau anak-anak sudah terdidik dengan baik di keluarga, yakin ketika keluar, mereka menjadi anak-anak yang baik,” pungkasnya. (MR-02)











Comment