by

Pemkab Bekasi Studi Orientasi Kerukunan Beragama di Maluku

-Maluku-1,361 views

AMBON,MRNews.com,- Semakin meningkatnya kerukunan umat beragama di Maluku menjadikan daerah ini ditetapkan sebagai provinsi paling rukun ketiga secara nasional oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama RI, sehingga menjadi patokan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi beserta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mengadakan studi orientasi ke daerah ini. Orientasi dilakukan lewat dialog bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku beserta FKUB Maluku, dipimpin Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua, di ruang rapat Lantai 6 Kantor Gubernur Maluku, Selasa (17/7).

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemkab Bekasi Ahmad Kosasih usai pertemuan  mengatakan, orientasi ke Kota Ambon, Provinsi Maluku setelah pihaknya berkoordinasi dengan Kesbangpol Provinsi Jawa Barat dan salah satu Dirjen di Kementerian Agama, karena sebagai laboratorium kerukungan umat beragama di Indonesia.

“Orientasi bertujuan memperoleh informasi mengenai kebijakan Pemprov Maluku dalam menjaga dan meningkatkan kerukunan antar umat beragama di daerah. Kami ingin konsultasi langsung sekaligus belajar dari pengalaman, bagaimana menangani konflik yang begitu cepat pemulihannya dan masuk dalam situasi pembangunan sangat cepat sekali,” ujar Kosasih.

Hasilnya, sebut dia, pihaknya, memperoleh informasi dari Pemprov Maluku terutama bagaimana memperkuat institusi FKUB dan strategis memperkokoh kerukunan kepaguyuban para pemeluk agama. Begitupula bagaimana peran raja untuk memperkokoh kerukunan antar umatnya terutama masyarakat. Kemudian, tentang peran tokoh-tokoh masyarakat, forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) untuk pendirian rumah ibadah termasuk membangun kerukunan antar umat beragama.

“Terkait cara pendirian rumah ibadah, di Kabupaten Bekasi masih menjadi satu problem, tetapi disini (Maluku) melalui peran raja, peran tokoh masyarakat sangat bagus sekali, sehingga tetap terlaksana dengan baik, tidak terjadi masalah di masyarakat, artinya sangat bagus sekal. Selain itu patut dipuji, perkembangan Kota Ambon pasca konflik, pengembangan pembangunan cukup maju pesat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua mengaku, Pemprov Maluku menyambut baik kehadiran Pemkab Bekasi dan FKUB ke Maluku. Karena pertemuan-pertemuan seperti ini sangat penting guna membangun bangsa dan negara. Dimana setelah belajar soal perdamaian dan kerukunan agama di Maluku, dan sekembalinya dapat diterapkan menjadi suatu model di daerah.

“Terutama, bagaimana hubungan kita dan belajar dari konflik yang terjadi tahun 1999, sehingga seluruh masyarakat belajar dan ingin memperbaiki. Bagaimana hubungan kekerabatan intern dan antar umat beragama dan antar umat beragama dengan pemerintah. Itu telah kita wujudkan saat ini dan diharapkan kedepan, apapun yang terjadi kita selalu bersatu menjaga stabilitas keamanan itu sangat penting. Saya sebutkan juga bukan kita bekerja dengan pemerintah, tetapi juga dengan aparat TNI-Polri karena mereka mendukung kinerja kita. Ini sejalan dengan visi-misi Pemprov Maluku yakni, ‘Mantapnya Pembangunan Maluku yang aman, damai, sejahtera, religius, berkepribadian, berdemokrasi dijiwai oleh semangat Siwalima berbasis kepulauan secara berkelanjutan’,” tutup Wagub. (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed