by

Pemimpin Harus Mampu Ajak Orang Lain Maju Bersama Lakukan Perubahan

AMBON,MRNews.com,- Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN LAN RI, Muhammad Taufiq didampingi Penjabat Sekda Maluku Sadali Ie dan Kepala BPSDM Maluku, Hadi Sulaiman, menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan ke-25 Provinsi Maluku tahun 2022, di Kantor BPSDM Maluku, Selasa, (13/12).

Prosesi penutupan PKN diawali pembacaan Executive Summary Policy Brief oleh peserta PKN, Alwiyah F. Alaydrus (Staff Ahli Gubernur Maluku Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, juga pembacaan Kesan dan Pesan oleh Bodewin Wattimena (Sekwan DPRD Maluku/Pj. Walikota Ambon).

Taufiq katakan, dalam konteks perubahan, pemimpin harus mampu mengajak orang lain baik pimpinan maupun bawahannya untuk maju bersama melakukan perubahan.

Sebab perubahan merupakan esensi dari seorang pemimpin dimanapun mereka memimpin suatu organisasi. Mereka dituntut membawa perubahan di lingkungan organisasi.

“Para pemimpin ini ibarat Kafilah yang membawa kelompoknya bergerak dari satu titik ke titik lain. Kuncinya, dia perlu kompas untuk bisa menentukan perubahan. Kompas tadi adalah niatan tulus untuk memberikan layanan terbaik sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

“Bukan untuk menuai pujian, menumpuk kekayaan tapi sebagai ASN yang digaji dan dipercayai dengan jabatan sebagai pemimpin masyarakat,” tandas Taufiq.

Sementara Sadali Ie berharap kepada peserta Diklat PIM II agar keberhasilan yang telah diraih dalam mengikuti pelatihan, menjadi syarat utama untuk memenuhi standar kompetensi jabatan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 38 Tahun 2017.

Ia pun, menitipkan dua hal. Pertama, sebagai seorang pemimpin harus memiliki kredibilitas dan reputasi yang hebat, agar ia mampu memberikan inspirasi dan motivasi kepada setiap orang.

“Memotivasi dan menginspirasi setiap orang disetiap detik di kehidupan mereka, untuk bersemangat dan bangkit bersama dengan inovasi (perubahan) baru, dan membuat setiap orang menyadari bahwa perubahan itu penting, untuk mengubah hal-hal yang tertinggal zaman dengan hal-hal baru yang sesuai peradaban saat ini,” tukasnya.

Kedua, bersama-sama membangun tekad untuk memperbaiki, mengkoreksi cara berpikir, cara memandang persoalan.

“Mungkin dulunya lebih banyak dilihat dari kepentingannya sendiri, kelompok, instansi dan sektornya. Tapi mulai saat ini, marilah kita mencoba melihat persoalan secara lebih utuh dari perspektif kepentingan publik yang lebih besar,” terang Sadali.

“Mari kita bangun komitmen bersama-sama untuk memberi kontribusi terhadap perbaikan kualitas instansi masing-masing. Kita tingkatkan semangat dan keberanian kita untuk mengambil tindakan dan resiko dalam rangka menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi kepentingan publik,” pungkasnya.

Diketahui,PKN sebelumnya dibuka oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail bersama Kepala Lembaga Administrasi Nasional Republik Indonesia (LAN RI) Adi Suryanto, Selasa, (23/08).

PKN Tingkat II Angkatan ke-25 yang diselenggarakan LAN RI tersebut, diikuti 65 orang berasal dari jajaran Pemerintah Provinsi Maluku, Pemkot Ambon, Pemkab Buru, Pemkab KKT, Pemkab SBT, Pemkot Tual, Pemkab Buru, Pemkot Ternate dan Pemkab Sorong Selatan.

Dari jumlah tersebut, 64 orang dinyatakan lulus, dengan kualifikasi 18 orang memperoleh predikat sangat memuaskan dan 46 orang memperoleh predikat memuaskan.

Diklat PIM II ini bertujuan mengembangkan kompetensi jabatan guna memenuhi standar kompetensi manajerial Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, dengan harapan para peserta kedepan, dapat menampilkan kinerja organisasi yang memuaskan, sehingga diperlukan perubahan oganisasi yang bersifat strategis. (MR-02/BAP)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed