by

Pelopor Transportasi, Pemkot Ambon Bakal Beri Award ke Siong

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bakal memberikan penghargaan atau award kepada pengusaha transportasi yang juga owner PT Pelayaran Dharma Indah, Jhony de Queljoe atau akrab disapa Siong, bertepatan dengan HUT Kota Ambon ke-443 7 September 2018.

Pasalnya, Siong dinilai Pemkot (Ambon) melalui Walikota, berperan besar dan penting sebagai pelopor tersedianya transportasi laut melalui kapal-kapal yang dimilikinya, sehingga mampu menghubungkan pulau-pulau di Provinsi Maluku. Serta menyerap ribuan tenaga kerja anak daerah. Salah satunya dengan menyediakan kapal baru, KM Cantika Lestari 9C yang baru dan diresmikan dan akan dioperasikan segera.

“Kita bersyukur karena komitmen kuat dari pa Jhony de Queljoe di transportasi/perhubungan laut selama ini. Maka, Pemkot Ambon nantinya akan memberikan penghargaan kepadanya sebagai salah satu pelopor/perintis perhubungan, dalam upaya menyatukan pulau-pulau di Maluku ke ibukota provinsi, bertepatan dengan HUT Kota Ambon ke 443. Itu yang susah. Pengusaha seperti beliau patut diapresiasi oleh pemerintah karena jarang ada orang seperti beliau, serta jadi catatan bagi mereka yang akan berinvestasi di Maluku,” tandas Walikota Ambon, Richard Louhenapessy kepada media usai meresmikan KM Cantika Lestari 9C milik Siong di pelabuhan Slamet Riyadi Ambon, Sabtu (28/4).

Walikota juga mengapresiasi kehadiran KM Cantika Lestari 9C yang merupakan kapal ke-12 yang beroperasi di Maluku melalui PT. Pelayaran Dharma Indah. Masalahnya, persoalan klasik di Maluku adalah transportasi. Karena daerah MTB, MBD, Aru khususnya sulit dalam akses transportasi, sehingga kehadiran KM Cantika Lestari 9C dapat membantu masyarakat dan mengubungkan kabupaten/kota lain ke ibukota provinsi.

Karenanya untuk menopang pengusaha-pengusaha kapal, menurut Walikota, pemerintah akan terus berupaya mendorong dan memberi kemudahan bagi para pengusaha yang ingin berinvestasi di kota Ambon, khusus soal transportasi. Dan bila diperlukan subsidi sama dengan model kapal perintis, itu bisa.  Hanya kalau pihak swasta yang kelola, akan lebih merasa memiliki. Beda dengan BUMD, apalagi bila masyarakatnya juga tidak merasa memiliki kapal dan tahu betapa mahalnya kapal itu.

“Masalah klasik kita di Maluku ini khan transportasi. Sehingga pemerintah tidak boleh mempersulit para pengusaha yang mau berinvestasi khususnya di bidang transportasi, tetapi harus mendorong dan mempermudah. Itu pemerintah yang salah kalau persulit. Apalagi sisi positif lain, ketika putera-putera Maluku dari Teknik Perkapalan dan Teknik Mesin Unpatti yang mendesain dan membuat  KM Cantika Lestari 9C ini. Sehingga ini menunjukkan kualitasnya dan membanggakan kita semua,” demikian Louhenapessy.

Peresmian yang dilakukan Walikota tersebut, selain dihadiri pemilik kapal Siong, tetapi juga Ketua Komisi C DPRD Maluku, Anos Yermias, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Frangky Papilaya, Plt Kadishub Kota Ambon, Kapolres P.Ambon dan P.p Lease, perwakilan Pangdam XVI Pattimura dan pihak swasta, BUMN dan BUMD. (MR-05)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed