by

Pelayanan Publik di Kantor Negeri Urimessing Tetap Jalan, Tak Terganggu Aksi

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon meminta sebagian warga Negeri Urimessing Kecamatan Nusaniwe agar tidak mengganggu jalannya proses pemerintahan dan pelayanan publik di Negeri.

“Aksi beberapa masyarakat itu aspirasi, kita kaji dan tampung. Prinsipnya pelayanan kepada masyarakat di kantor Negeri harus tetap berlangsung seperti biasa,” ujar Pj Kabag Pemerintahan Pemkot Ambon Alfian Lewenussa kepada media ini, Rabu (29/6).

Permintaan Lewenussa ini merespons aksi beberapa orang warga Negeri Urimessing yang menyegel sesaat kantor Negeri dan meminta Pj Kepala Pemerintahan Negeri Urimessing dievaluasi, Rabu siang.

Soal keberatan terhadap Pj Kepala Pemerintahan Negeri, Arthur Solsolay kata dia, ada mekanisme. Tapi sejujurnya, Solsolay merupakan salah satu ASN terbaik milik Pemkot Ambon.

“Kalau ada yang kurang, mari datang bicarakan baik-baik bersama. Jangan main hakim sendiri dan buat tindakan diluar kewenangan. Tapi apapun itu, kita hargai aspirasi sebagai bentuk kecintaan bagi Negeri,” jelasnya.

Oleh sebab itu, besok sore (hari ini-red) dijadwalkan Pemkot akan terima aspirasi warga Urimessing secara resmi sekaligus berdialog soal keresahan pada Negeri, termasuk apakah buntut dari penundaan pelantikan Saniri Negeri, baru akan terjawab nanti.

“Nanti kita dengar apa aspirasi mereka. Selanjutnya memberi pencerahan, pendampingan dan kaji. Sebab tentu semua harus dilakukan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku,” urainya.

Sementara itu, Kapolsek Nusaniwe Iptu Johan Anakotta yang ikut kawal proses di Kantor Negeri Urimessing akui, pihaknya sangat konsen, tidak bisa berdiam diri. Selalu mengawal Negeri-negeri yang ada di Kecamatan Nusaniwe agar selalu aman dan kondusif, masyarakat harus nyaman.

“Dengan peristiwa ini, kami melakukan eksen untuk bagaimana caranya peristiwa serupa tidak terulang lagi. Kalau memang ada miss komunikasi atau kontra, ada jalurnya. Tidak bisa lakukan aksi-aksi premanisme, dilarang Undang-undang,” tegas Anakotta.

Mengantisipasi hal ini tidak terjadi di Desa/Negeri lain di Kecamatan Nusaniwe kata dia, pihaknya berupaya keras dengan berbagai taktik, termasuk sambang, merangkul, memberi edukasi dan himbauan di semua komunitas, lingkungan Gereja dan Masjid agar menjaga Kamtibmas jadi tanggungjawab bersama.

Ditempat yang sama, Penjabat Kepala Pemerintah Negeri Urimessing, Arthur Solsolay menyayangkan aksi penyegelan berupa bentangan spanduk di Kantor Negeri oleh segelintir orang.

Disinyalir, aksi ini berhubungan dengan pelantikan Saniri Negeri yang ditunda Pemkot Ambon beberapa waktu lalu dan diduga ada dalangnya.

“Memang awalnya ada polemik sebelum itu. Maka dari pihak yang tidak setuju/terima beberapa calon Saniri dilantik beraksi. Sesalnya, dia merembet ke soal kinerja saya selama ini sebagai Penjabat. Maka patut dipertanyakan indikatornya apa. Karena selama ini kinerja saya baik,” bebernya.

Menurut Solsolay, sepanjang aspirasi disampaikan sesuai etika, dirinya menerima. Sehingga tidak menggangu aktifitas pelayanan di Kantor Negeri.

“Pelayanan publik di kantor harus tetap jalan, tidak boleh terganggu hanya karena ulah beberapa oknum. Kami terbuka kepada masyarakat. Bekerja sesuai Tupoksi, netral sesuai mekanisme. Kita hindari ada penilaian negatif tanpa dasar, bisa banyak persepsi,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed