AMBON,MRNews.com,- Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Masyarakat Desa (DP3AMD) Kota Ambon menggelar kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas bagi BPD dan Saniri Negeri Kota Ambon di Hotel Golden Palace, Sabtu (25/8/18).
Kegiatan ini diikuti oleh BPD/ Saniri di Kota Ambon yang bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang fungsi, tugas dan peran di desa atau negeri sekaligus meningkatkan kapasitas dan pemahaman dalam menjalankan tugas di tempat masing -masing.
Walikota Ambon, Richard Louhenapessy sebelum membuka kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan ini dilakukan guna menjawab salah satu nawacita Presiden, yakni membangun dari pinggiran desa dan negeri, dan pendekatan pemerintah untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat. Nawacita terimplementasi dalam kebijakan politik yakni UU desa, dimana setiap desa diberikan anggaran yang memadai agar dapat mempercepat pembangunan yakni ADD dan DD.
Fakta menujukan tahun 2017 lalu, kata Walikota, hanya dua kota di Indonesia yang tidak mampu menyerap dana desa (DD) secara baik yakni kota Ambon dan kota Merauke. Penyebabnya, aparatur pemerintah kota tidak terlalu terkonsentrasi pada pengelolaan DD karena tidak ada komisi tetapi orientasi hanya ke proyek. Hal itulah yang menjadi alasan Ambon terburuk dari daerah lainnya.
“Tahun ini karena komitmen bersama, justru kota Ambon menjadi kota yang terbaik dalam pengelolaan DD di Maluku dan masuk kategori penyerapan DD terbaik di Indonesia,” ujarnya.
Pemkot kata Walikota, memberikan perhatian serius kepada aparatur di desa agar dapat fokus dalam pengelolaan DD-ADD secara baik, sesuai ketentuan aturan yang ditetapkan. Jika tidak, sudah tentu pemerintah pusat melalui kementerian keuangan akan memotong DAU karena tidak mengakomodir DD sesuai aturan yang berlaku, atas kesepakatan bersama yang telah ditetapkan dalam APBDes.
“Peningakatan kapasitas tidak cukup sampai disini saja. Akan tetapi harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini juga adalah bagian untuk mengukur sebuah harmonisasi sosial antara satu desa dengan desa lainnya maupun peningkatan,” tutupnya. (MR-02)











Comment