AMBON,MRNews.com,- Protokol kesehatan (Prokes) salah satunya memakai masker sangat penting ditengah Pandemi Covid-19. Warga Kota Ambon pun diakui telah sadar Prokes. Sebab pelanggaran Prokes selama dua pekan operasi Yustisi sangat minim.
Koordinator bidang fasilitas umum Satgas Covid-19 Ambon, Benny Selanno mengatakan, pihaknya saat ini gencar melakukan operasi Yustisi Prokes, terutama memantau penggunaan masker di masyarakat dan angkutan umum.
“Sekarang kita gencar Operasi Yustisi Prokes, di pusat-pusat kota guna memantau penggunaan masker oleh masyarakat saat beraktivitas,” tandas Selanno di Balaikota Ambon, Selasa (15/2).
Dalam operasi Yustisi yang dilakukan selama beberapa waktu terakhir ini, kata Selanno, dapat disimpulkan bahwa tingkat kedisiplinan atau kesadaran masyarakat menerapkan Prokes meningkat.
“Setiap hari itu kita berdiri di jalan memantau prokes saat operasi Yustisi, bisa dua sampai tiga jam. Dan selama itu, jarang menemukan pelanggar Prokes, seperti tidak memakai masker,” jelasnya.
“Palingan hanya satu dua warga saja yang kedapatan melanggar. Itu pun bukan tidak memakai masker, tapi mereka punya masker ada namun tak digunakan dengan benar,” sambung Selanno.
Lebih lanjut, dia mengatakan, warga yang kedapatan tidak memakai masker, tidak ditindak administrasi atau sosial hanya diberikan edukasi dan peringatan.
“Tak ada sanksi administrasi atau sosial bagi pelanggar Prokes. Jadi untuk disiplin memakai masker, sudah bagus masyarakat kita. Ini harus dipertahankan terus, tidak boleh abai. Sehingga kita tidak ke zona merah karena kasus naik terus,” harapnya.
Oleh sebab itu, demi lebih memaksimalkan upaya memutus penyebaran Covid-19, maka mulai malam ini tambahnya, Satgas akan fokus pada aktivitas ekonomi yang sering timbulkan kerumunan.
“Mulai malam ini, kita akan fokus sektor kerumunan. Semua cafe, tempat karoke dan lain sebagainya, akan kita pantau,” demikian Selanno.
Diketahui, disiplin Prokes warga Kota sempat menurun. Ini membuat Kota Ambon yang sebelumnya berada di zona hijau penyebaran Covid-19 dan tidak memiliki kasus terkonfirmasi, telah berpindah cepat ke zona oranye.
Dikarenakan ibukota provinsi Maluku itu mengalami peningkatan kasus signfikan baik positif Covid-19 maupun meninggal dua pekan terakhir. (MR-02)










Comment